DPRD Kota Makassar

DPRD Kota Makassar

Fraksi NasDem DPRD Makassar Dukung Pemkot Percepat Pembangunan Stadion

ruminews.id – Makassar – Fraksi NasDem DPRD Kota Makassar menyampaikan dukungannya terhadap program Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, yang dipimpin Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham. Ketua Fraksi NasDem DPRD Makassar Ari Ashari Ilham mengatakan kehadirannya bersama jajaran fraksi sebagai perwakilan rakyat di DPRD untuk mendukung program-program pemerintahan yang baru. “Terutama program yang betul-betul untuk kepentingan rakyat. Tetap ada fungsi kontrol kami untuk memastikan kerja-kerja pemerintah itu sesuai dengan harapan masyarakat,” kata Ari Ashari Ilham saat melakukan audiensi bersama Wali Kota Makassar Munafri, di Balai Kota, Selasa (29/4/2025). “Tentu ada hal-hal positif kami akan mendukung dan berada digaris supporting untuk pemerintah kota,” lanjutnya. Salah satunya yang di bahas adalah persoalan fasum-fasos PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD). Termasuk juga membahas penanganan sampah dan drainase di Kota Makassar. “Banyak hal yang kami sampaikan, yang memang selama ini tidak pernah ada solusi. Seperti penyerahan fasum fasos di GMTD yang tidak pernah ada solusi dan sangat merugikan masyarakat. Juga terkait solusi penanganan sampah di Kota Makassar,” beber Ari Ashari Ilham. Tak hanya itu, Fraksi NasDem juga menekankan dukungannya terhadap percepatan pembangunan stadion di kawasan Untia. Sehingga ia berharap akses jalan keluar-masuk pada kawasan tersebut di perluas. Hal yang tak kalah penting, lanjut Ari, Fraksi NasDem juga mendorong adanya perluasan di kawasan stadion agar dapat di manfaatkan sebagai drag race atau perlombaan dengan menggunakan kendaraan bermotor (mobil dan motor) nantinya. “Kami sangat mendukung pembangunan stadion. Kita support, tapi perlu di perhatikan akses. Karena bisa untuk drag race yang di jadikan sebagai lintasan, ini sangat di butuhkan oleh pecinta otomotif di Kota Makassar,” jelasnya. “Dan memang itu bisa menjadi ajang tahunan atau kegiatan rutin pemerintah kota untuk bisa membuat kegiatan drag race di Kota Makassar,” tambah Ashari. Fraksi NasDem memberikan dukungan ke pemerintah kota, semata-mata untuk melihat kemajuan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat yang lebih baik.

DPRD Kota Makassar

Anggota DPRD Makassar Jufri Pabe Gelar Sosialisasi Perda Nomor 7 Tahun 2019

ruminews.id – Makassar – Anggota DPRD Kota Makassar, Jufri Pabe, menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Nomor 7 Tahun 2019 tentang Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar di Hotel Grand Imawan, Minggu (27/04/2025). Acara ini turut menghadirkan dua narasumber langsung dari PDAM Makassar, diantaranya Kepala Wilayah Pelayanan 6 PDAM Kota Makassar, Fazad Azizah dan Faizal serta berbagai elemen masyarakat. Dalam sambutannya, H Jufri Pabe menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir. Ia menekankan bahwa Sosper kali ini tidak sekadar menjadi rutinitas formalitas, melainkan kesempatan emas untuk menyampaikan aspirasi, kritik, maupun saran langsung kepada pihak PDAM. “Kehadiran pejabat PDAM hari ini, termasuk Kepala Wilayah Pelayanan 6 fazad Azizah, dan Saudara Faizal menjadi bukti keseriusan kita untuk memperbaiki layanan air minum,” ungkapnya. Lebih lanjut, Politisi Nasdem itu juga menyampaikan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap isi Perda ini. Menurutnya, hak masyarakat untuk mendapatkan air bersih berkualitas harus diimbangi dengan kesadaran akan kewajiban, seperti membayar tagihan tepat waktu agar pelayanan PDAM tetap optimal. “Air bersih adalah kebutuhan pokok. Dengan memahami aturan yang ada, kita bisa mendorong pelayanan yang lebih baik dan berkelanjutan,” ujarnya. Untuk itu, H Jufri Pabe mengajak seluruh peserta untuk aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang telah disiapkan. Ia berharap, melalui momen sosialisasi ini, setiap keluhan warga bisa langsung ditindaklanjuti dan menjadi bahan evaluasi bagi PDAM dalam meningkatkan kualitas layanan di masa mendatang. “Mari kita manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin demi kemajuan pelayanan air bersih di Kota Makassar,” ungkapnya. Sementara itu, Kepala Wilayah Pelayanan 6 Perumda Air Minum Kota Makassar, Fazad Azizah, menekankan bahwa Perda Nomor 7 Tahun 2019 menjadi landasan kuat dalam memastikan pelayanan air minum yang adil dan merata. Azizah menyampaikan bahwa tantangan seperti dampak El Nino tahun 2023 sempat menghambat distribusi air, namun berkat kerja sama semua pihak, PDAM mampu memenuhi kebutuhan masyarakat melalui layanan darurat seperti mobil tangki. “Perda ini menegaskan komitmen kami dalam memberikan pelayanan terbaik. Kami berharap masyarakat juga berperan aktif, termasuk dalam membayar tagihan tepat waktu untuk kelancaran operasional,” kata Azizah. Faizal menambahkan bahwa PDAM Makassar bertugas memastikan air bersih berkualitas tersedia secara berkesinambungan bagi seluruh masyarakat. Ia menegaskan bahwa pelayanan PDAM tidak hanya soal teknis distribusi air, tapi juga bagian dari komitmen membangun tata kelola perusahaan yang baik, sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar.

DPRD Kota Makassar

DPRD Makassar Sebut Ranperda Anti-LGBT Pernah Digodok 2023 tapi Ditolak LSM

ruminews.id – Makassar – Wakil Ketua Badan Pembentukan Perda (Bapempeda) DPRD Kota Makassar Anwar Faruq mengungkapkan Ranperda Anti Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) pernah digodok pada 2023 lalu. Namun Ranperda itu mandek gegara mendapat penolakan dari lembaga swadaya masyarakat (LSM). “Sudah pernah dimunculkan di DPRD cuma masih mendapatkan banyak tantangan dan sekarang dimunculkan kembali dengan bantuan kerja sama eksekutif dalam hal ini Pak Wali,” ujar Anwar kepada detikSulsel, Jumat (25/4/2025). Ketua DPD PKS Makassar ini menyebut penolakan pembahasan Ranperda itu datang dari pihak yang pro terhadap LGBT. Namun dia tidak merinci pihak yang melakukan penolakan terhadap rencana regulasi tersebut. “Masih banyak LSM yang baru aja direncanakan saja mulai menyatakan perlawanannya atau penentangannya terhadap Perda tersebut dari mereka yang pro LGBT,” katanya. Dia memastikan akan mulai menggodoknya kembali tahun ini. Apalagi kini diatensi oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Appi). Anwar menyebut Ranperda anti LGBT tersebut untuk membatasi ruang gerak para pelaku. Tak hanya dilarang tampil di depan umum, para pelaku juga akan dibina. “Kalau sembunyi-sembunyi lebih parah lagi, kita tidak tahu berapa banyak yang terjangkit LGBT. Maka secara keras harus disampaikan ke masyarakat,” katanya. Dia khawatir jika tidak ada larangan, perilaku menyimpang ini akan makin mewabah. Apalagi sudah ada bukti bahwa penyumbang terhadap HIV/AIDS adalah perilaku penyimpangan seksual. “Kita akan buat perdanya lebih bagus karena dampaknya kalau dibiarkan sangat banyak. Penderita HIV/AIDS didominasi penyuka sesama jenis ini, permintaan miras akan naik, perilaku KDRT akan naik dari perilaku tersebut,” sebutnya. Sebelumnya diberitakan, Appi mendorong pembentukan Perda Anti-LGBT imbas perilaku seksual menyimpang di Makassar. Salah satunya aksi viral 2 pria berciuman di salah satu tempat hiburan malam (THM) Helens Play Mart. “Kami akan mendorong adanya perda LGBT, supaya ini benar-benar, minta maaf yah bukan menyangkut ini itu, tapi kan ini sudah mempertontonkan di muka umum,” kata Appi kepada wartawan, Kamis (24/4). Pemkot Makassar pun telah menutup sementara THM tersebut. THM itu terbukti melanggar perizinan saat Satuan Tugas Pengawas Perizinan melakukan razia di THM Helens Play Mart, Rabu (23/4) malam.

DPRD Kota Makassar

Anggota DPRD Makassar Soroti Penyegelan Tempat Hiburan Malam

Ruminews.id – Makassar – Anggota DORD Kota Makassar menyoroti penyegelan tempat hiburan malam (THM) Helens Play Mart usai inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh Pemkot Makassar. Penyegelan tersebut dilakukan akibat Helens terbukti melanggar perizinan karena tak mengantongi Surat Keterangan Penjual Langsung (SPKL) minuman beralkohol (minol) untuk golongan B dan C atau minuman dengan kandungan alkohol di atas 5%. Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi A DPRD Makassar, Tri Sulkarnain pertama-tama menyambut positif langkah inisiatif pemkot Makassar dalam menyegel THM yang memang terbukti melanggar. “Saya pikir ini menjadi langkah yang memang seharusnya dilakukan pemkot mengingat kalau THM nya memang bersalah ya harus disegel jangan lagi berikan peringatan,” kata Tri, Kamis (24/4/2025). Dirinya juga menyayangkan bahwa ditemukannya anak dibawah umur yang berada di Helens tersebut. Menurutnya, pemkot perlu penegasan kepada semua THM yang ada di Makassar agar lebih memberikan atensi untuk verifikasi pengunjungnya. “Ini juga saya dengar ada pengunjung di bawa umur, sangat disayangkan kalau hal seperti ini bisa terulang. Pelru lagi penegasan ke semua THM yang ada di Makassar,” ucap Tri. Tri juga menegaskan bahwasanya Pemkot Makassar harus lebih luas menjangkau THM yang bermasalah yang ada di Kota Makassar. “Pemkot jangan tebang pilih THM, banyak di luar sana THM yang bermasalah dan itu perlu di jangaku lebih luas dan dilakukan sidak,” kata Tri.

DPRD Kota Makassar

Fraksi PKS DPRD Makassar Nyatakan Dukungan Penuh Program Appi-Aliyah

ruminews.id – Makassar – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DPRD Kota Makassar menyatakan kesiapannya untuk mendukung dan mengawal program-program yang dicanangkan oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin-Aliyah Mustika Ilham. Anggota DPRD Makassar dari Fraksi PKS, Andi Hadi Ibrahim Baso, menyampaikan bahwa pimpinan dan seluruh anggota fraksinya telah bertemu dengan Wali Kota untuk bersilaturahmi dan mempererat hubungan antara legislatif dan eksekutif. “Kami dari Fraksi PKS sepakat untuk mendukung program serta kebijakan yang disampaikan oleh Bapak Wali dan Ibu Wakil Wali Kota,” ujarnya di Kantor Wali Kota Makassar, Selasa (22/4/2025). Turut hadir Wakil Ketua DPRD dari PKS, Anwar Faruq, beserta anggota fraksi lainnya. Andi Hadi mengajak seluruh anggota DPRD untuk bersama-sama menyukseskan program-program yang tertuang dalam visi-misi Appi-Aliyah. Ia berharap pertemuan Fraksi PKS dengan Wali Kota ini akan memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan Kota Makassar serta mengawal jalannya pemerintahan. “Intinya, kami mendukung seluruh program pemerintah yang sedang berjalan,” tegasnya. Lebih lanjut, Fraksi PKS juga menyampaikan beberapa masukan terkait kondisi sosial masyarakat dan berbagai permasalahan di Kota Makassar. Mereka berkomitmen untuk memberikan masukan yang konstruktif dan menjadi penyeimbang demi perbaikan Kota Makassar ke depan. Andi Hadi juga menekankan bahwa penggantian seluruh Direksi Perusda adalah langkah yang tepat karena dinilai tidak memberikan kontribusi dividen yang signifikan bagi Kota Makassar. Ia berharap direksi yang baru dapat memberikan kontribusi yang lebih baik. “Seluruh kebijakan untuk perbaikan Kota Makassar, baik infrastruktur maupun peningkatan moralitas, akan kami dukung sepenuhnya,” imbuhnya. Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan apresiasinya atas dukungan fraksi-fraksi di DPRD. Ia menekankan pentingnya inovasi dalam memaksimalkan pelaksanaan program-program pemerintah kota. “Secara bersama kita jalankan visi misi agar hasilnya dapat dinikmati masyarakat Makassar. Kami membutuhkan kerja sama dengan fraksi di DPRD untuk bersama-sama mengawal pembangunan,” harap Appi. Ia menambahkan bahwa dukungan politik dari DPRD melalui konsolidasi dengan Pemerintah Kota sangat penting untuk program pembangunan lima tahun ke depan, termasuk dalam sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. “Saya harap proses ini akan membawa kita pada pembahasan kesejahteraan masyarakat. Ke depan, dalam menjalankan tugas dengan baik, saya membutuhkan dukungan partai politik, serta sinergi antara legislatif dan eksekutif,” pungkasnya.

DPRD Kota Makassar

Ruslan Mahmud Tutup Usia, DPRD Makassar Berduka

ruminews.id – Makassar – Suasana duka menyelimuti Gedung DPRD Kota Makassar. Salah satu putra terbaiknya, H. Ruslan Mahmud, anggota DPRD Makassar, wafat di RS Primaya Makassar akibat penyakit jantung yang dideritanya, Sabtu (19/4) pukul 12.30 Wita. ‎‎H. Ruslan Mahmud dikenal sebagai sosok ayah dan suami yang penuh kehangatan. Ia adalah figur sederhana, yang terbentuk dari perjalanan hidup yang penuh tantangan sejak muda. Semangat juangnya membawanya menapaki dunia politik hingga menjadi kader partai dan kemudian dipercaya rakyat duduk di kursi DPRD Kota Makassar. ‎‎Terjun ke dunia politik, Ruslan Mahmud melihat politik sebagai jalan untuk membahagiakan lebih banyak orang, tak hanya keluarganya dan para karyawan yang ia bantu. Namun pada tahun 2023, ia memutuskan bergabung ke Partai Golkar. Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Ia meyakini bahwa bergabung dengan Golkar akan memberinya ruang yang lebih luas untuk menyalurkan aspirasi rakyat. ‎‎Baru sembilan bulan menjabat sebagai anggota dewan, Ruslan Mahmud menjadikan amanah ini sebagai wadah untuk menuangkan ide dan perjuangannya terhadap masyarakat kecil. Menurutnya, secara ideologi, hampir semua partai memiliki kesamaan. Namun, idealisme dan semangat Perindo sebelumnya dianggapnya lebih realistis dalam menyentuh kepedihan masyarakat, terutama mereka yang menjadi korban ketimpangan. ‎‎Kisah hidup Ruslan Mahmud adalah potret nyata “zero to hero”. Dari kehidupan penuh keterbatasan, ia bangkit dengan bermodalkan pesse nasibawai getteng uang dan tekad yang kuat. Ia pun sering mengingatkan generasi muda untuk selalu menjaga dan merawat relasi sosial dengan siapa pun, kapan pun, dan di mana pun. Baginya, semangat belajar yang tak pernah padam adalah kunci, sebagaimana pesan wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, yakni “Iqra” atau “bacalah”. Ayah dari tiga anak ini meninggalkan kesan mendalam, tidak hanya bagi keluarganya, tetapi juga bagi para kolega dan masyarakat yang mengenalnya. ‎‎Ketua DPRD Makassar, Supratman, menyampaikan rasa kehilangan yang sangat mendalam. ‎‎”Hari ini, kita kehilangan saudara, sahabat, sekaligus pejuang rakyat yang telah memberikan banyak kontribusi untuk daerah ini. Almarhum Haji Ruslan Mahmud adalah pribadi bijaksana yang sangat mencintai rakyat dan senantiasa memperjuangkan aspirasi masyarakat. Bahkan hingga tanggal 15 April lalu, beliau masih melaksanakan tugas kunjungan kerja Komisi A ke DPRD Provinsi DKI Jakarta,” ujarnya, di upacara pelepasan jenazah di gedung DPRD Makassar, Minggu (20/4). ‎‎Ia juga menambahkan bahwa almarhum dikenal sebagai figur bersahaja dan sosial, serta menjadi sahabat bagi semua kalangan. Supratman mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.

DPRD Kota Makassar

Kepergian Ruslan Mahmud, Ketua DPRD Makassar Sampaikan Duka Mendalam

ruminews.id – Makassar – Kabar duka datang dari DPRD Kota Makassar. Anggota DPRD dari Fraksi Golkar, Haji Ruslan Mahmud, dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Primaya Makassar. Almarhum menghembuskan napas terakhirnya setelah menjalani perawatan selama tiga hari akibat sakit yang dideritanya.   Kepergian Haji Ruslan Mahmud meninggalkan duka mendalam bagi seluruh pimpinan dan anggota DPRD Makassar.   “Kami segenap pimpinan, anggota, dan keluarga besar DPRD Kota Makassar sangat kehilangan sosok Haji Ruslan Mahmud. Beliau sudah seperti keluarga bagi kami, menjadi figur kakak sekaligus orangtua di DPRD Makassar,” ungkap Ketua DPRD Makassar, Supratman.   Ia menambahkan, almarhum dikenal sebagai pribadi yang selalu memberi dukungan dan menjadi pengayom bagi sesama anggota dewan. Sosoknya juga sering memberi nasihat agar roda kepemimpinan berjalan baik dan memberi manfaat bagi masyarakat.   “Sebagai pimpinan dewan, Pak Haji Ruslan Mahmud sering menasihati kami. Beliau mengayomi saya, seluruh pimpinan, dan para anggota dewan,” tambah Supratman.   Saat ini, jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka di Kompleks Crysant, Makassar. Rencananya, DPRD Makassar akan menggelar upacara pelepasan jenazah pada Minggu pagi, 20 April 2025.

DPRD Kota Makassar

Anggota DPRD Makassar Ramai-ramai Melayat ke Rumah Duka Almarhum Ruslan Mahmud

Ruminews – Makassar – Para legislator DPRD Kota Makassar ramai-ramai melayat ke kediaman almarhum Ruslan Mahmud di Kompleks Chrysant Jl Pandang Raya Kecamatan Panakkukang, Sabtu (19/4/2025). Mereka datang untuk memberikan penghormatan sekaligus mengirim doa untuk Ruslan Mahmud. Suasana haru menyelimuti rumah duka, isak tangis keluarga dan pelayat tak henti bersahutan. Kawasan rumah duka juga sudah dipenuhi karangan bunga sebagai ungkapan belasungkawa. Kepergian Ruslan Mahmud membuat rekannya di DPRD Makassar kaget. Bagaimana tidak, Ruslan masih aktif berkantor beberapa hari sebelumnya. Wakil Ketua Komisi A DPRD Makassar tersebut juga sempat melakukan kunjungan kerja ke DKI Jakarta pada pekan lalu. Momen penerbangan terakhirnya sebagai anggota dewan diabadikan dalam unggahan instagram pribadi Ruslan.

DPRD Kota Makassar

DPRD Makassar Dukung Evaluasi Laskar Pelangi

ruminews – Makassar – Pemerintah Kota Makassar kini tengah disorot usai munculnya temuan puluhan pegawai fiktif dalam struktur Laskar Pelangi tingkat SD dan SMP. Temuan ini mendorong DPRD Makassar, khususnya Komisi A, untuk segera mengambil langkah pengawasan dan pembenahan. Dikonfirmasi Rabu (16/4/2025), Anggota Komisi A DPRD Makassar, Andi Makmur Burhanuddin, menyatakan dukungan penuhnya terhadap upaya evaluasi menyeluruh yang diinisiasi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Andi Bukti Djufri. Evaluasi ini menyasar ke seluruh pegawai Laskar Pelangi yang tersebar di berbagai satuan pendidikan dasar. Sebanyak 52 orang pegawai diduga tidak pernah menjalankan tugasnya, padahal tercatat secara administratif. Menanggapi hal tersebut, Andi Makmur menyampaikan rasa prihatinnya dan menyebut kejadian itu sebagai bentuk “kebocoran SKPD” yang berpotensi merugikan keuangan daerah. Dalam keterangannya pada Rabu, 16 April 2025, Andi Makmur menekankan pentingnya pemeriksaan yang transparan dan menyeluruh terhadap data kepegawaian. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran serta menjaga integritas birokrasi. Sebagai langkah konkret, Komisi A DPRD Makassar telah menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar melakukan verifikasi ulang terhadap pegawai Laskar Pelangi yang ada di bawah kewenangannya masing-masing. Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan, Andi Bukti Djufri, membeberkan bahwa temuan ini berasal dari laporan internal yang dikumpulkan oleh Kasubag Kepegawaian Disdik Makassar. Laporan tersebut mengungkap adanya pegawai yang tak pernah hadir namun tetap menerima Surat Keputusan (SK).

DPRD Kota Makassar

DPRD Makassar Dukung Penuh Program Seragam Gratis dari Pemkot

ruminews.id – Makassar – Pemerintah Kota Makassar berencana meluncurkan program seragam sekolah gratis bagi pelajar, sebagai salah satu upaya mendukung pendidikan yang inklusif dan merata. Menyambut program tersebut, Wakil Ketua I DPRD Kota Makassar, Andi Suharmika, menyatakan komitmen dan dukungannya terhadap langkah tersebut. Program ini merupakan bagian dari janji politik pasangan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan Wakil Wali Kota, Aliyah Mustika Ilham, yang dikenal dengan tagline kampanye “MULIA”. Rencananya, kebijakan ini akan mulai dijalankan menjelang dimulainya tahun ajaran baru. “Kami mendorong agar seluruh tahapan dan persiapan program ini dapat dipercepat oleh pemerintah kota. Harapannya, manfaat dari kebijakan ini dapat segera dirasakan oleh para siswa,” ujar Andi Suharmika kepada awak media. Politisi yang akrab disapa Mika ini menambahkan bahwa rencana pemberian seragam gratis akan masuk dalam pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), sebagai bagian dari arah pembangunan sektor pendidikan di Makassar. Di sisi lain, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmennya untuk segera merealisasikan program tersebut. Ia menuturkan bahwa kebijakan ini menjadi salah satu prioritas utama Pemkot Makassar, khususnya menjelang tahun ajaran baru. “Program ini adalah bagian dari visi kami dalam meningkatkan kesejahteraan pendidikan. Karena itu, pelaksanaannya akan segera kami eksekusi,” ujar Munafri saat memimpin apel pagi dan acara Halalbihalal jajaran Pemkot Makassar di Lapangan Karebosi, Selasa (8/4/2025). Dengan adanya dukungan legislatif dan komitmen eksekutif, peluncuran program seragam sekolah gratis ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pemerataan akses pendidikan di Kota Makassar.

Scroll to Top