ruminews.id, Gowa – BBM Langka dan Harga Cekik Warga, Kabid PTKP HMI KOMDAK Sekaligus Ketua Senat Fak Dakwah UIN Alauddin Makassa Beri Ultimatum 3×24 Jam ke Gubernur, Bupati dan DPRD Sulsel.
Alfin Kabid Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda HMI KOMDAK (PTKP HMI KOMDAK) sekaligis Ketua Senat Fak Dakwah UIN Alauddin Makassar menyampaikan pernyataan sikap tegas kepada Pemerintah.
Langkah ini diambil guna merespons kelangkaan serta lonjakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) eceran yang mencekik warga Sulsel.
Ia menegaskan, kosongnya pasokan BBM di tingkat penyalur resmi selama beberapa pekan terakhir telah memicu kenaikan harga eceran di luar batas kewajaran.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan gesekan sosial serta melumpuhkan aktivitas ekonomi nelayan, petani, dan pelaku usaha kecil.
Kami mendesak Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan DPRD, khususnya para Anggota DPRD Dapil 3, untuk segera membentuk tim pengawasan atau satgas guna menindak tegas oknum penimbun dan penyalahgunaan BBM subsidi di tingkat pangkalan hingga pengecer liar,” ujar Alfin, Kamis (10/9/2026).
Alfin menjelaskan, juga menuntut pemerintah untuk mendesak Pertamina beserta agen resmi melakukan evaluasi menyeluruh terhadap hambatan distribusi dari depot utama hingga ke sub-penyalur di tingkat Ragional sampai ke kampung.
Selain itu, penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk BBM di tingkat pengecer dinilai sangat mendesak demi menstabilkan harga pasar.
Ia menegaskan, Gubernur, Bupati dan DPR mesti segera bertindak cepat dan memanggil pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan ini secara tuntas.
“Alfin meminta agar Gubernur, Bupati dan DPRD, tidak tinggal diam dan segera memanggil pihak terkait dalam waktu 3×24 jam demi keselamatan ekonomi rakyat kecil,” tegas Alfin.



