Ruminews.id, MAKASSAR — Kerukunan Keluarga Mahasiswa Bulukumba (KKMB) Komisariat Universitas Muhammadiyah Makassar menggelar pembukaan Musyawarah Besar (Mubes) pada Sabtu, 24 Oktober 2026, bertempat di Pondok Samudra, Tanjung Bayang, Makassar. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 24–25 Oktober 2026, ini menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan, merawat nilai-nilai kekeluargaan, serta menentukan arah kepemimpinan organisasi ke depan.
Musyawarah Besar tersebut menjadi ruang refleksi bagi seluruh kader untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, mempererat solidaritas antarmahasiswa asal Kabupaten Bulukumba, serta membangun komitmen bersama dalam melanjutkan estafet perjuangan organisasi.
Dalam sambutannya, Ketua KKMB Unismuh Makassar, Andi Ibnu Saputra, menegaskan bahwa Musyawarah Besar bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan, melainkan bagian penting dari proses pendewasaan organisasi, penguatan kaderisasi, dan keberlanjutan perjuangan.
Ia menyampaikan bahwa KKMB harus senantiasa menjadi rumah bersama bagi mahasiswa asal Bulukumba yang menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Makassar. Organisasi ini diharapkan mampu menjadi ruang belajar, memperkuat persaudaraan, mengembangkan kapasitas kader, serta melahirkan generasi muda yang memiliki integritas, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap daerah asal.
Menurutnya, perbedaan pandangan dalam musyawarah merupakan hal yang wajar dalam kehidupan berorganisasi. Namun, perbedaan tersebut harus disikapi secara dewasa dan bijaksana agar tidak merusak hubungan kekeluargaan yang telah dibangun bersama.
“Musyawarah Besar ini bukan hanya tentang siapa yang akan memimpin, tetapi tentang bagaimana kita menjaga persatuan, merawat kekeluargaan, dan memastikan KKMB terus tumbuh menjadi organisasi yang memberikan manfaat bagi kader, masyarakat, dan Kabupaten Bulukumba,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan Ketua KKMB Unismuh Makassar.
Ia juga berharap kepemimpinan yang lahir dari Musyawarah Besar nantinya mampu merangkul seluruh elemen kader, mengakomodasi berbagai gagasan, serta menjadikan kepentingan bersama sebagai landasan utama dalam menjalankan roda organisasi.
Sementara itu, Ketua Pengurus Besar (PB) KKMB, Andi Ashabul Kahfi, dalam penyampaiannya menekankan pentingnya menjaga persatuan dan menjadikan musyawarah sebagai jalan utama dalam menentukan keputusan organisasi.
Ia mengharapkan seluruh peserta Mubes mengedepankan semangat kekeluargaan, menghormati setiap perbedaan pendapat, serta menjunjung tinggi aturan dan mekanisme organisasi. Menurutnya, keberhasilan sebuah musyawarah tidak hanya diukur dari terpilihnya pemimpin baru, tetapi juga dari kemampuan seluruh kader untuk tetap menjaga kebersamaan setelah keputusan ditetapkan.
Kepemimpinan yang lahir melalui Musyawarah Besar diharapkan mampu membawa KKMB Unismuh Makassar menjadi organisasi yang semakin solid, progresif, dan responsif terhadap kebutuhan kader maupun persoalan sosial di tengah masyarakat.
Pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang harus dipandang sebagai proses regenerasi, bukan sebagai alasan untuk menciptakan perpecahan di antara sesama kader. Sebaliknya, Mubes harus menjadi ruang untuk menyatukan gagasan, memperkuat komitmen, dan merumuskan langkah strategis demi kemajuan organisasi.
Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa organisasi mahasiswa bukan hanya tempat berhimpun, melainkan juga ruang pembentukan karakter, pengembangan intelektualitas, penguatan solidaritas, dan pengabdian kepada masyarakat. Oleh karena itu, setiap kader memiliki tanggung jawab untuk menjaga nama baik organisasi serta melanjutkan perjuangan dengan semangat kebersamaan.
Pembukaan Musyawarah Besar KKMB Unismuh Makassar diharapkan menjadi awal dari proses musyawarah yang demokratis, bermartabat, dan berorientasi pada kemajuan organisasi. Seluruh peserta diharapkan berpartisipasi secara aktif dengan mengedepankan argumentasi yang konstruktif, menjunjung tinggi etika, serta menghormati setiap keputusan yang dihasilkan melalui mekanisme musyawarah.
Dalam semangat kekeluargaan tersebut, filosofi Bugis-Makassar “Mali Siparappe, Tallang Sipahua” menjadi pesan penting bagi seluruh kader KKMB Unismuh Makassar. Filosofi ini merepresentasikan semangat untuk saling menopang, saling membantu, dan tetap menjaga kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan.
Nilai tersebut diharapkan tidak hanya menjadi semboyan, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata di kehidupan berorganisasi. Seluruh kader harus mampu mengesampingkan perbedaan yang berpotensi memecah belah, memperkuat solidaritas, serta mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Pada akhirnya, Musyawarah Besar bukan tentang siapa yang paling unggul, melainkan tentang bagaimana seluruh kader mampu menyatukan perbedaan, menyelaraskan gagasan, dan menentukan masa depan organisasi secara bersama-sama. Kepemimpinan boleh berganti dan periode kepengurusan boleh berakhir, tetapi ikatan persaudaraan harus tetap terjaga.
Persatuan adalah kekuatan, musyawarah adalah jalan, dan kepemimpinan adalah amanah. Mali Siparappe, Tallang Sipahua!
Melalui Musyawarah Besar ini, KKMB Unismuh Makassar diharapkan terus tumbuh sebagai rumah perjuangan mahasiswa Bulukumba yang solid, berintegritas, dan progresif, serta mampu melahirkan kader berkualitas yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan Kabupaten Bulukumba.



