Pemkot Yogyakarta Siapkan 3.000 Dosis Vaksin Gratis untuk Cegah Rabies

Vaksin Rabies
(ANTARA/HO-Dinas Kominfosan Yk)

Ruminews.id, Yogyakarta — Pemerintah Kota Yogyakarta menyiapkan 3.000 dosis vaksin rabies gratis bagi kucing, anjing, dan kera selama September 2026. Program tersebut dilakukan untuk mencegah sekaligus mempertahankan status Kota Yogyakarta yang hingga kini masih nol kasus rabies.

Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Sri Panggarti mengatakan vaksin disiapkan bagi seluruh hewan penular rabies yang berada di wilayah Kota Yogyakarta.

“Pada prinsipnya kami siapkan vaksin untuk semua hewan penular rabies yang ada di Kota Yogyakarta, selama September kami siapkan sekitar 3.000 dosis vaksin,” kata Sri di Yogyakarta, Minggu (6/9/2026).

Jumlah tersebut mengacu pada pelaksanaan vaksinasi rabies tahun 2025 yang mencapai 3.011 hewan. Dari jumlah itu, sebanyak 2.435 merupakan kucing, 565 anjing, dan 11 kera atau monyet.

Vaksinasi gratis diberikan kepada hewan penular rabies yang berdomisili di Kota Yogyakarta. Pemilik hewan perlu menunjukkan KTP sebagai bukti domisili.

Program vaksinasi telah dimulai sejak awal September 2026, salah satunya dilaksanakan di Pendopo Kelurahan Mantrijeron.

Sri mengatakan vaksinasi dapat diberikan kepada hewan lama maupun baru selama memenuhi persyaratan. Hewan harus dalam kondisi sehat, tidak sedang bunting atau menyusui, telah cukup umur, serta sudah mendapatkan obat cacing.

Medik Veteriner Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Sri Wahyuningsih mengatakan kucing menjadi hewan yang paling banyak dibawa pemiliknya untuk mendapatkan vaksinasi. Anjing juga cukup banyak mengikuti program tersebut.

Namun, tidak semua hewan yang datang dapat langsung divaksinasi. Hewan yang menunjukkan kondisi tidak sehat, termasuk mengalami demam, akan menjalani pemeriksaan terlebih dahulu.

“Suhu tinggi itu karena adanya infeksi awal suatu penyakit. Tapi juga bisa karena stres perjalanan. Syarat divaksin itu harus sehat. Kita skrining sehat itu dari suhu tubuh hewan,” kata Sri Wahyuningsih.

Meski belum ditemukan kasus rabies di Yogyakarta, pemerintah daerah tetap meminta masyarakat waspada. Yogyakarta merupakan salah satu daerah tujuan wisata, sehingga terdapat kemungkinan wisatawan membawa hewan peliharaan dari daerah lain.

Selain vaksinasi, pemilik hewan juga diminta menjaga kesehatan dan kebersihan hewan peliharaan. Pencegahan penyakit zoonosis tidak hanya dilakukan melalui vaksin, tetapi juga dengan memperhatikan makanan, tempat tinggal, dan kondisi kebersihan hewan.

“Kami harap masyarakat memanfaatkan vaksinasi rabies ini, mumpung ada program dari pemkot yang gratis untuk kesehatan hewan peliharaan dan menjaga Yogyakarta bebas dari rabies,” tutupnya.

Share

Scroll to Top