Festival Bantal 2026: Sebuah Sore untuk Beristirahat Bersama, Berbagi Alat Tidur, dan Merawat Solidaritas

Festival Bantal 2026

Ruminews.id – Bantal, selimut dan tikar adalah simbol dari sebuah kenyamanan. Menjadi nyaman bukanlah sesuatu yang salah. Namun rasa nyaman itu dirasakan oleh siapa? Sebab di luar ruangan yang membuat kita merasa nyaman, masih banyak orang yang belum dapat merasakan kenyamanan seperti kita bahkan hanya sekedar beristirahat mungkin saja jauh dari kata ‘nyaman’ padahal kenyamanan adalah hak semua orang. Semua orang tentu saja ingin merasakan kenyamanan bukan?
Festival Bantal 2026, merupakan acara solidaritas rakyat bantu rakyat. Festival ini lahir dari kesadaran kolektif bahwa setiap orang berhak untuk dapat beristirahat dengan nyaman. Festival ini berlangsung pada tanggal 17 Agustus 2026 tepat ketika semua orang merayakan hari ulang tahun Republik Indonesia yang ke-81. Acara ini menampilkan agenda kegiatan seperti donasi bantal/selimut/tikar, repertoar oleh Buktu, biro puisi, akustik folk session, lapak merchandise, lapak Ruang Bebas Uang, lapak sablon on the spot oleh kolektif Graphic Victims, lapak baca zine oleh perpustakaan jalanan DIY. Acara Festival bantal dimulai pada pukul 14.30 WIB dan berakhir pada pukul 21.00. Acara Festival Bantal 2026 dilaksanakan di Akademi Bahagia Ea Ngaglik, Sleman, Yogyakarta.

Festival Bantal menyadarkan bahwa sejatinya kita adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Solidaritas yang kuat untuk saling berbagi tempat duduk, berbagi cerita, hingga berbagi alat tidur untuk orang lain agar mereka juga dapat beristirahat dengan nyaman saat lelah menghadapi hari-hari. Festival bantal mengingatkan kepada kita bahwa kenyamanan adalah hak setiap kita sebagai warga negara. Kenyamanan bukanlah hak Istimewa yang hanya segelintir orang yang dapat merasakannya melainkan menjadi pengingat bahwa urip kui urub. Hidup untuk berbagi dan memberi manfaat bagi setiap orang yang kita jumpai.

Festival Bantal yang digelar pada tanggal 17 Agustus 2026 bertepatan dengan perayaan hari kemerdekaan bangsa Indonesia sekaligus sebagai simbol sarkasme tentang arti kata Merdeka, tentang kesejahteraan rakyatnya yang masih menjadi sesuatu yang patut dipertanyakan.

Pada festival Bantal setiap pengunjung yang ingin masuk diwajibkan untuk menukarkan bantal, selimut maupun tikar yang mereka miliki dengan tiket masuk. Tujuan bantal yang dikumpulkan akan disumbangkan kepada para buruh gendong yang ada di pasar Beringharjo. Acara festival bantal dimeriahkan oleh penampilan Buktu dengan permainan musik yang menyesuaikan ambience sore, membawakan narasi perjalanan hidup harian yang senada dengan narasi festival. Buktu juga menampilkan arsip gerakan-gerakan yang telah mereka jalani selama sepuluh tahun terbentuknya Buktu.Repetoar oleh Buktu berlangsung dari pukul 16.00 – 19.00. Festival bantal juga dimeriahkan oleh Biro Puisi adalah ruang terbuka bagi pengunjung yang ingin membuat, membacakan, atau mendengarkan puisi. Biro puisi dibuka mulai pukul 14.30. Akustik Folk Session juga turut memeriahkan acara festival bantal dengan menampilkan musik akustik bertema solidaritas yang berlangsung pada pukul 19.00 – 21.00.

Festival Bantal menjangkau dampak nyata, sosial dan kultural. Festival bantal senantiasa menjadi pengingat bagi kita untuk dapat berbagi dan peduli kepada orang lain karena setiap perubahan selalu dimulai dari rasa solidaritas, kesediaan untuk berbagi ruang, Mari wujudkan semangat saling membantu satu sama lain. –(Koleta Stefani Sarinastiti S.Pd.)

Share

Scroll to Top