Ruminews.id, Gaza — Kabar duka kembali menyelimuti Palestina dan dunia jurnalistik. Di tengah perang Gaza yang terus berlangsung, Israel kembali menewaskan seorang jurnalis Al Jazeera.
Serangan udara Israel menghantam Kamp Pengungsi Bureij, Palestina, pada Sabtu (20/6/2026). Serangan tersebut mengakibatkan tewasnya tiga penduduk Gaza, termasuk Ahmed Wishah, jurnalis Al Jazeera Mubasher yang selama ini menjadi ujung tombak peliputan situasi di Jalur Gaza.
Ahmed Wishah baru berusia 25 tahun ketika gugur. Ia dikenal aktif mendokumentasikan dampak perang Gaza dan kehidupan warga sipil di wilayah tersebut.
Ahmed Wishah Jadi Jurnalis Al Jazeera ke-12 yang Tewas
Al Jazeera melaporkan bahwa serangan tersebut menghantam sebuah rumah di Kamp Pengungsi Bureij. Sedikitnya tiga warga Palestina meninggal dunia dalam serangan itu, termasuk Ahmed Wishah.
Kematian Ahmed Wishah menambah panjang daftar korban dari kalangan media. Sejak perang Gaza pecah pada Oktober 2023, sebanyak 12 jurnalis Al Jazeera kehilangan nyawa saat menjalankan tugas jurnalistik.
Peristiwa ini kembali memicu perhatian internasional terhadap keselamatan pekerja media di wilayah konflik.
Dikenal Berdedikasi Meliput Gaza
Ahmed Wishah lahir dan besar di Kamp Pengungsi Bureij. Rekan-rekannya mengenal Ahmed sebagai sosok yang ramah, santun, dan memiliki dedikasi tinggi terhadap profesi jurnalistik.
Ia secara konsisten mendokumentasikan kehidupan warga Gaza di tengah serangan militer dan krisis kemanusiaan.
Pada April 2026, Ahmed menyerukan penghentian serangan terhadap jurnalis di Gaza. Seruan itu ia sampaikan setelah kakaknya meninggal dunia.
“Biarlah syahidnya Mohammed Wishah menjadi akhir dari pembunuhan terhadap jurnalis. Dunia harus menghentikan penargetan jurnalis oleh pendudukan Israel,” ujarnya dalam sebuah wawancara.
Selain sibuk sebagai jurnalis, keluarga juga menuturkan bahwa Ahmed juga bertanggungjawab dalam mengurus anak-anak mendiang kakaknya.
Rekan Jurnalis Kenang Sosok Ahmed Wishah
Koresponden Al Jazeera Mubasher, Talal Mahmoud, mengatakan Ahmed selalu hadir di berbagai lokasi peliputan. Ia juga dikenal dekat dengan banyak pekerja media di Gaza.
Sementara itu, kamerawan Al Jazeera Mubasher, Khaled al-Shatli, mengenang Ahmed sebagai pribadi yang berakhlak baik dan membawa suasana hangat di tengah perang.
“Ketika berbicara tentang Ahmed Wishah, kita berbicara tentang seorang pemuda yang sopan dan bermoral tinggi,” kata al-Shatli.
Jurnalis Mohammad al-Akhras juga mengenang Ahmed sebagai sosok yang bekerja penuh semangat. Menurutnya, Ahmed berupaya menyampaikan penderitaan warga Gaza kepada dunia.
CPJ Catat Ratusan Jurnalis Palestina Tewas
Committee to Protect Journalists (CPJ) mencatat sedikitnya 260 jurnalis Palestina tewas sejak perang Gaza dimulai pada Oktober 2023.
Di sisi lain, militer Israel menuduh Ahmed Wishah sebagai anggota Hamas. Namun, pihak militer tidak menyertakan bukti yang dapat diverifikasi secara independen.
Al Jazeera Media Network membantah tuduhan tersebut. Jaringan media itu menyebut klaim Israel tidak berdasar dan merupakan upaya untuk mendiskreditkan jurnalis yang terbunuh.
Al Jazeera juga menyatakan akan menempuh seluruh jalur hukum yang tersedia untuk menuntut pertanggungjawaban atas kematian para pekerja medianya di Gaza.
Selain itu, Al Jazeera menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan peliputan di Gaza. Media tersebut juga berupaya meningkatkan standar keamanan bagi para jurnalis di tengah meningkatnya ancaman terhadap pekerja pers.