Belasan Siswa di Tiga Sekolah Bantul Keracunan MBG, Sejumlah Korban Harus Dirawat

Ruminews.id, Bantul – Kasus dugaan keracunan makanan menimpa puluhan siswa di tiga sekolah di Kabupaten Bantul setelah mengonsumsi hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (8/4/2026). Peristiwa ini menyebabkan sejumlah siswa harus mendapatkan perawatan medis, bahkan beberapa di antaranya menjalani rawat inap di rumah sakit.

Tiga sekolah yang terdampak dalam kejadian ini adalah SD Negeri Jomblangan, SD Negeri Karangtengah, dan SMP Negeri 1 Imogiri. Di SD Negeri Jomblangan, sebanyak 18 siswa dari total 113 penerima program MBG dilaporkan mengalami gejala keracunan. Keluhan yang muncul meliputi mual, muntah, pusing, hingga kondisi lemas setelah menyantap makanan yang dibagikan di sekolah.

Kepala SD Negeri Jomblangan, Sri Mulyani, menjelaskan bahwa gejala mulai dirasakan siswa tidak lama setelah makanan dikonsumsi.

“Anak-anak mengeluh mual, muntah, dan pusing setelah makan,” ujarnya.

Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di SD Negeri Karangtengah dan SMP Negeri 1 Imogiri. Meski jumlah pasti korban di dua sekolah tersebut bervariasi, total siswa yang terdampak dari ketiga sekolah mencapai puluhan orang. Dampaknya, kegiatan belajar mengajar sempat terganggu karena banyak siswa harus dipulangkan lebih awal atau tidak masuk sekolah untuk sementara waktu.

Beberapa siswa yang mengalami gejala cukup berat kemudian dirujuk ke RSUD Panembahan Senopati Bantul untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Sebagian dari mereka harus menjalani rawat inap (opname), sementara siswa lain cukup menjalani perawatan jalan dan beristirahat di rumah. Hingga kini, masih ada siswa yang belum kembali bersekolah karena masih dalam masa pemulihan.

Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharja, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan langkah penanganan cepat begitu menerima laporan kejadian tersebut. Tim kesehatan langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap para siswa serta menelusuri kemungkinan sumber penyebab keracunan.

“Kami masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pastinya,” kata Agus.

Selain melakukan pemeriksaan terhadap kondisi siswa, dinas kesehatan juga telah mengamankan sampel makanan dari program MBG untuk dilakukan uji laboratorium. Langkah ini dilakukan guna memastikan apakah makanan yang dikonsumsi siswa menjadi penyebab utama munculnya gejala keracunan.

Pihak sekolah bersama instansi terkait juga melakukan koordinasi intensif untuk memastikan penanganan berjalan optimal. Orang tua siswa turut diimbau untuk terus memantau kondisi anak-anak mereka, terutama yang masih menunjukkan gejala.

Atas kejadian itu, saat ini pihak sekolah belum menerima MBG lagi dan diberhentikan sementara. “Sebenarnya kadaluwarsanya masih lama, 6 Maret 2027,” ujar Wartiem, salah satu Wali Kelas SDN Ketegan Pundong.

Kejadian diduga keracunan juga terjadi di Madrasah Ibtidaiyah (MI)  Sananul Ula Daraman, Piyungan. Kepala Sekolah  MI Sananul Ula Daraman, Piyungan Ridwan mengatakan, tujuh siswa di kelas 1A mengeluhkan mual, muntah, dan diare, yang diduga karena menu MBG.

“Saya belum bisa memastikan karena itu keracunan MBG, karena sebagian menu juga dibawa pulang dan nggak masalah,” katanya. Namun ia mengaku ada siswa yang dibawa ke rumah sakit setelah mengalami beberapa gejala tersebut. “Hasilnya seperti apa, saya belum tahu,” tuturnya.

Ia membeberkan jangka waktu memberikan MBG dan gejala lumayan cukup lama. Artinya, kejadian tidak langsung setelah menyantap MBG.

“Jadi ada yang malam, ada yang pagi baru merasakan gejala,” tegasnya.

Hingga saat ini, investigasi masih berlangsung dan belum ada kesimpulan resmi terkait penyebab pasti kejadian tersebut. Pemerintah daerah diharapkan dapat memperketat pengawasan terhadap proses pengolahan, distribusi, dan kualitas makanan dalam program MBG. Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPPG Srihardono 1 maupun SPPG PWNU DIJ 1 Daraman, Piyungan yang menyalurkan MBG ke beberapa sekolah yang telah disebutkan.

Share

PENCARIAN
BERITA LAINNYA
  • All Posts
  • Bantaeng
  • Berau
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hulu Sungai Selatan
  • Infotainment
  • Internasional
  • Jakarta
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Kualanamu
  • Luwu Timur
  • Mandalika
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Pali
  • Palu
  • Papua
  • Pemerintahan
  • Pemuda
  • Pendidikan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Politik
  • Soppeng
  • Tekhnologi
    •   Back
    • Makassar
    • Gowa
    • Maros
    • Takalar
    • Palopo
    • Jeneponto
    • Pangkep
    • Pare-pare
    • IKN
    • Bone
    • Bulukumba
    • Towuti
    • Sidrap
    • Purwakarta
    • Pekanbaru
    • Berau
    • Kolaka Timur
    • Enrekang
    • Serang
    • Tangerang Selatan
    • Bima
    • Nusa Tenggara Timur
    • Kolaka Utara
    • Barru
    • Cibubur
    • Jakarta
    • Luwu Timur
    • Luwu Utara
    • Padang
    • Pinrang
    • Polewali Mandar
    • Toraja
    • Selayar
    • Mamuju
    • Donggala
    • Soppeng
    • Parigi Moutong
    • Yogyakarta
    • Jawa Timur
    • Labuan Bajo
    • Mamasa
    • Kualanamu
    • Bantaeng
    • Ambon
    • Sinjai
    • Bombana
    • Jambi
    • Samarinda
    • Sorong
    • Tegal
    • Kendal
    • Kulon Progo
    • Morowali
    • Blora
    • Tual
    • Gunungkidul
    • Banten
    • Cilacap
    • Jayapura
    • Batam
    • Bantul
    • Sleman
    • Halmahera
    • Banjarnegara
    • Toraja Utara
    • Nabire
    • Bangkalan
    • Solo
    • Lamongan
    • Tangerang
    • Papua
    • Luwu
    •   Back
    • Badan Gizi Nasional
    •   Back
    • Dinas Koperasi Makassar
    •   Back
    • DPRD Kota Makassar
    • Prov Sulawesi Selatan
    • Pemerintah Kota Makassar
    • Pemerintah kabupaten Gowa
    • Dinas Koperasi Makassar
Scroll to Top