23 Februari 2025

Uncategorized

Komisi A DPRD Makassar Soroti Pembangunan Kantor Lurah Kapasa Raya yang Belum Miliki Legalitas Lahan

ruminews.id, Makassar – Komisi A DPRD Kota Makassar menyoroti pembangunan Kantor Lurah Kapasa Raya, Kecamatan Tamalanrea, yang dilakukan secara swadaya oleh pihak kelurahan tanpa adanya kejelasan status legalitas lahan yang digunakan. Anggota Komisi A DPRD Makassar, Idris dari Fraksi Gerindra, menyampaikan bahwa pihaknya mengapresiasi inisiatif Lurah Kapasa Raya yang membangun kantor pelayanan secara mandiri menjelang masa pensiunnya. Namun, ia menegaskan bahwa langkah tersebut semestinya didahului oleh proses administrasi yang jelas, terutama terkait hibah lahan ke Pemerintah Kota Makassar.   “Kami tidak menyoal semangat membangun dari Pak Lurah. Tetapi tindakan ini terkesan terburu-buru karena lahan yang digunakan belum memiliki akta hibah resmi. Ini bisa menimbulkan persoalan hukum ke depannya,” kata Idris saat diwawancarai usai rapat Komisi A.   Pembangunan kantor lurah diketahui didanai melalui swadaya masyarakat dan bantuan dari sejumlah perusahaan dalam bentuk Corporate Social Responsibility (CSR). Lahan seluas 180 meter persegi disebut sebagai hibah dari seorang pengusaha lokal, Surya Jaya Latif alias Baba Tinggi, namun belum disertai dengan dokumen hibah yang sah secara hukum.   Ketua Panitia Pembangunan, Tiro Abdullah, menjelaskan bahwa seluruh proses pembangunan dilakukan atas partisipasi masyarakat dan CSR perusahaan di wilayah Kapasa Raya. Ia juga menyebutkan bahwa surat pernyataan hibah lahan telah ditandatangani oleh pihak terkait pada 7 Januari 2025.   Meski demikian, Lembaga Anti Korupsi Sulawesi Selatan (LAKSUS) menyampaikan kekhawatirannya terkait potensi gratifikasi dan penyalahgunaan dana CSR. Ketua LAKSUS, Muh Anshar, menegaskan pentingnya transparansi dalam penggunaan dana CSR, terlebih jika diperuntukkan bagi fasilitas pemerintah.   “Penggunaan dana CSR untuk pembangunan kantor lurah harus terbuka dan bisa dipertanggungjawabkan. Jika tidak, ada potensi gratifikasi yang bisa berujung pada dugaan korupsi,” ujar Anshar.   Menindaklanjuti polemik ini, Komisi A DPRD Makassar berencana memanggil Lurah Kapasa Raya dan pemilik lahan untuk dimintai keterangan resmi. DPRD menekankan bahwa penyelesaian administrasi, khususnya legalitas lahan, harus menjadi prioritas sebelum pembangunan dilanjutkan.

Opini

Conversational Trance: Saat Kata Kata Mengendalikanmu

ruminews.id – Mungkin di antara kita pernah merasa tiba-tiba setuju dengan sesuatu tanpa benar-benar tahu kenapa? Atau tiba-tiba mengikuti tren tertentu hanya karena “kedengarannya masuk akal” meskipun sebelumnya kita ragu? Nah, bisa jadi kita sedang terkena efek Conversational Trance atau Trans Percakapan. Conversational Trance adalah teknik komunikasi yang memanfaatkan ritme bicara, pengulangan, dan pola bahasa tertentu untuk membuat seseorang masuk ke kondisi “autopilot” atau setengah sadar. Dalam kondisi ini, orang cenderung kurang berpikir kritis dan lebih mudah menerima sugesti tanpa menyadarinya. Dalam dunia hipnosis, Conversational Trance adalah teknik dimana seseorang dibuat masuk ke dalam kondisi trance ringan hanya melalui percakapan biasa. Ini berarti seseorang menjadi lebih fokus, rileks, dan terbuka terhadap sugesti – tanpa menyadari bahwa mereka sedang dipengaruhi. Kalau dalam hipnosis formal, orang biasanya diminta untuk menutup mata dan mengikuti instruksi yang jelas, Conversational Trance bekerja secara lebih halus dan terselubung. Orang yang terkena teknik ini tetap sadar, tetap bisa ngobrol, tapi pikirannya mulai “terbuka” untuk menerima ide atau sugesti tanpa banyak perlawanan. Dalam hipnosis, trance ringan adalah kondisi dimana pikiran kita menjadi lebih fokus dan rileks, tetapi kita tetap sadar dan bisa berinteraksi seperti biasa. Trance ringan adalah bagian dari kondisi hipnosis, tetapi bukan berarti seseorang yang mengalami trance ringan selalu dalam kondisi “terhipnosis” seperti yang sering digambarkan di film atau pertunjukan sulap. Trance ringan adalah tahap awal dari hipnosis, dimana seseorang menjadi lebih fokus, lebih rileks, dan lebih mudah menerima sugesti. Namun, mereka tetap sadar dan bisa memilih apakah ingin mengikuti sugesti tersebut atau tidak. Jadi, bisa dibilang trance ringan adalah kondisi hipnosis yang sangat halus dan alami, yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Keadaan hipnosis adalah spektrum atau memiliki berbagai tingkat kedalaman, dari yang sangat ringan hingga sangat dalam. Trance ringan adalah tahap awal dari spektrum ini. Pernahkah di antara kita membaca buku atau menonton film, lalu merasa “terbawa suasana”? Seolah-olah kita ada di dalam cerita itu? Itu adalah contoh trance ringan. Atau ketika kita scrolling media sosial atau main game, lalu lupa waktu dan tidak sadar sudah berjam-jam berlalu, itu juga kondisi trance ringan. Teknik ini bekerja ketika ritme dan nada bicara kita yang menenangkan, dimana kita menggunakan nada suara yang stabil, lembut, dan berulang-ulang untuk membuat pendengar lebih rileks. Contohnya, dalam pergaulan anak muda, seseorang bisa berkata dengan suara tenang: “Santai aja… rileks… semakin kita ngobrol, semakin kamu paham kalau ini hal yang biasa.” Teknik ini juga bekerja dalam pengulangan (repetisi) untuk menanamkan ide, dimana pengulangan membuat seseorang lebih mungkin menerima sesuatu sebagai kebenaran, karena otak kita cenderung percaya sesuatu yang sering didengar. Contoh yang bersifat manipulatif: “Semua orang udah nyobain, semua orang suka, semua orang akhirnya sadar kalau ini nggak masalah.” Teknik ini bisa juga digunakan untuk membuat seseorang berpikir bahwa keputusan yang mereka ambil adalah hasil pemikiran sendiri, padahal telah diarahkan. Contoh: “Dengar baik-baik, semakin kamu mendengar ini, semakin kamu sadar kalau kamu memang ingin mencobanya.” Kata-kata seperti “semakin”, “mulai menyadari”, “sekarang kamu tahu”, digunakan untuk menanamkan asumsi bahwa perubahan sedang terjadi di dalam diri pendengar. Contoh: “Semakin lama kita ngobrol, semakin kamu sadar kalau semua ini sebenarnya bukan masalah besar.” Ada banyak sekali kalimat percakapan yang bersifat trance ringan dan cenderung memengaruhi teman pergaulan ke arah negatif. “Coba deh pikirkan… semua orang ngelakuin ini, dan semakin kamu melihat mereka, semakin kamu sadar kalau ini memang bagian dari hidup kita.” “Dengar baik-baik, semakin kamu dengar ini, semakin kamu sadar kalau kamu memang perlu melakukannya.” “Nggak ada yang salah, semakin kamu coba, semakin kamu ngerti kenapa semua orang suka ini.” Itu semua merupakan contoh kalimat percakapan yang membuat seseorang mengalami trance ringan sehingga ide negatif (pengaruh yang diharapkan) bisa langsung masuk ke pikiran bawah sadar dan kemudian diikuti. Bagaimana menghindari Conversational Trance yang manipulatif? Pertama, Sadari Pola Bahasa yang Berulang. Jika seseorang terus-menerus mengulang suatu ide, tanyakan pada diri sendiri apakah itu benar-benar pilihan kita atau hanya pengaruh sugesti; Kedua, Jangan Terburu-Buru Mengambil Keputusan. Jika merasa terbawa suasana dan ingin melakukan sesuatu, beri jeda untuk berpikir kritis; Ketiga, Gunakan Logika dan Intuisi. Jika sesuatu terdengar terlalu diarahkan, tanyakan: “Apakah ini benar-benar yang aku inginkan atau hanya karena aku terus mendengarnya?” Teknik Conversational Trance adalah teknik yang bisa sangat kuat dalam hipnosis dan komunikasi. Jika digunakan dengan niat baik, teknik ini bisa membantu seseorang merasa lebih rileks dan menerima sugesti positif (seperti dalam terapi atau motivasi). Namun, jika digunakan dengan niat buruk, ini bisa menjadi alat manipulasi yang membuat seseorang melakukan sesuatu tanpa benar-benar menyadarinya. #thesecretofattractorfactor #changelimitingbeliefs #pakarpemberdayaandiri #SelfAwarenessTransformation

Scroll to Top