Reshuffle Struktur Kohati PB HMI: Iin Afliani Resmi Ditetapkan Sebagai Bendahara Umum Periode 2024–2026

Iin Afliani

Ruminews.id, Jakarta — Barisan kepemimpinan Korps HMI-Wati (Kohati) Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) resmi memasuki babak baru. Srikandi tangguh asal Sulawesi, Iin Afliani, secara resmi ditetapkan sebagai Bendahara Umum Kohati PB HMI periode 2024–2026.

Penetapan posisi strategis ini tertuang dalam Surat Keputusan PB HMI Nomor: 407/KPTS/A/12/1447 H tentang pengesahan susunan reshuffle Pengurus Kohati PB HMI periode 2024–2026. Langkah ini diambil sebagai bagian dari penyegaran organisasi demi merealisasikan visi-misi Kohati yang adaptif dan responsif terhadap tantangan zaman.

Komitmen Dedikasi dan Pengabdian Tanpa Batas

Saat dikonfirmasi oleh awak media pada Senin (10/8/2026), Iin Afliani menegaskan bahwa tanggung jawab baru ini bukan sekadar jabatan, melainkan ladang pengabdian untuk membawa Kohati ke arah yang lebih maju dan akuntabel.

“Ini adalah amanah besar sekaligus bentuk pengabdian saya di Kohati PB HMI. Sebuah tanggung jawab yang harus dijalankan dengan dedikasi tinggi, transparansi, dan sebaik-baiknya demi kemajuan organisasi,” ungkap Iin.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas kepercayaan yang telah diberikan oleh pimpinan dan seluruh kader HMI se-Indonesia.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas amanah yang dipercayakan ini. Semoga kita bisa bersama-sama melanjutkan roda perjuangan organisasi dan merawat spirit keislaman serta keindonesiaan dengan penuh keikhlasan,” pungkasnya.

Rekam Jejak Unggul dari Pelosok Sulawesi ke Panggung Nasional

Penunjukan Iin Afliani sebagai Bendahara Umum bukanlah tanpa alasan. Kader berprestasi ini memiliki rekam jejak kepemimpinan (track record) yang matang di ranah organisasi. Sebelum melangkah ke tingkat nasional di Jakarta, Iin telah mengukir berbagai pencapaian, salah satunya saat dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Kohati Badko (Badan Koordinasi) Sulselbar (Sulawesi Selatan dan Barat).

Pengalamannya dalam memimpin dan mengonsolidasi gerakan perempuan di wilayah Sulselbar menjadi modal sosial dan manajerial yang sangat kuat. Kehadiran Iin di jajaran teras PB HMI diharapkan mampu memperkuat tata kelola tata usaha dan keuangan organisasi yang lebih efisien, profesional, dan akuntabel selama sisa masa bakti periode 2024–2026.

Share

Scroll to Top