Ruminews.id, Makassar — Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS (Pilketos) Serentak se-Sulawesi Selatan menjadi momentum penting dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini di lingkungan sekolah. Salah satunya dilaksanakan di SMK Negeri 2 Makassar, yang turut menyelenggarakan proses pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS periode 2026/2027.
Dalam momentum tersebut, Randi Pratama turut serta menggunakan hak pilihnya sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan demokrasi di kalangan pelajar. Keterlibatannya menjadi bagian dari upaya mendorong generasi muda agar memahami bahwa demokrasi bukan hanya tentang memilih, tetapi juga tentang belajar menentukan pilihan, menghargai perbedaan, serta bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil.
Sebagai PK KNPI Kecamatan Manggala sekaligus Pengurus IPM Cabang Manggala, Randi melihat bahwa pengalaman mengikuti pemilihan di lingkungan sekolah memiliki dampak penting bagi pembentukan karakter generasi muda. Menurutnya, Pilketos dapat menjadi ruang pembelajaran bagi pelajar untuk mengenal proses demokrasi secara langsung dan membangun kesadaran akan pentingnya partisipasi.
“Pilketos bukan sekadar memilih Ketua dan Wakil Ketua OSIS, tetapi menjadi ruang belajar bagi kita sebagai generasi muda untuk mengenal demokrasi, menggunakan hak suara dengan bijak, serta menghargai setiap pilihan yang berbeda,” ujarnya.
Randi juga mengajak seluruh teman-teman pelajar untuk tidak menyia-nyiakan hak suara dalam Pilketos. Menurutnya, satu suara merupakan bagian dari proses menentukan arah kepemimpinan organisasi pelajar di sekolah.
“Mari gunakan hak suara kita. Jangan apatis terhadap proses demokrasi di sekolah. Pilih dengan bijak, kenali calon dan gagasannya, serta jadikan Pilketos sebagai langkah awal untuk menjadi generasi muda yang aktif, kritis, dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Pelaksanaan Pilketos Serentak se-Sulawesi Selatan diharapkan tidak hanya menghasilkan pemimpin OSIS, tetapi juga melahirkan generasi pelajar yang memahami nilai demokrasi, mampu menghargai perbedaan, serta siap mengambil peran dalam kehidupan bermasyarakat.
Dari sekolah, kita belajar berdemokrasi. Dari suara kita, kita belajar menentukan masa depan.



