Ruminews.id, Yogyakarta — Kepengurusan baru Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) periode 2026-2031 resmi dilantik pada Senin (14/9/2026).
Setelah pelantikan, jajaran pengurus menargetkan hasil maksimal pada Pemilu 2029 dengan memperkuat struktur partai hingga tingkat akar rumput.
Ketua DPD Hanura DIY Heru Bantolo mengatakan konsolidasi akan menjadi salah satu fokus utama kepengurusan baru. Ia menegaskan jajaran DPD dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura di seluruh DIY akan melakukan konsolidasi secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“Atas kepercayaan ketua umum, kami akan kibarkan bendera Singa Hanura ke seluruh wilayah di Provinsi Yogyakarta, dan meraih hasil maksimal di Pemilu 2029,” ujar Heru dalam pidato sambutannya seusai pelantikan.
Menurutnya, struktur partai hingga tingkat desa dan kelurahan akan menjadi ujung tombak dalam menjalankan agenda organisasi sekaligus melayani masyarakat. Hanura DIY juga berkomitmen menjalin hubungan dengan berbagai unsur politik di daerah.
“Kami juga akan terus menjalin persahabatan dengan seluruh unsur politik di Provinsi Yogyakarta. Semoga Hanura menjadi kekuatan politik yang dibanggakan di Yogyakarta,” katanya.
Pelantikan kepengurusan tersebut dilakukan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura. Dalam prosesi tersebut, Wasekjen DPP Hanura Hanurani membacakan Surat Keputusan (SK) kepengurusan DPD DIY, sementara Ketua Dewan Penasihat DPP Hanura Irjen Pol Marwan Paris membacakan naskah pelantikan.
“Atas nama Ketua Umum DPP Hanura, saya melantik saudara sekalian. Saya yakin saudara mampu melaksanakan tugas sesuai fungsinya dan mengabdi sepenuhnya untuk Hanura. Semoga mendapatkan hasil yang baik di Pemilu 2029,” ujar Marwan.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penyerahan pataka Hanura kepada pengurus baru.
Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPP Hanura Akhmad Muqowam turut menyampaikan pesan Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) kepada jajaran pengurus baru. Menurutnya, pelantikan bukan menjadi akhir dari proses organisasi, melainkan awal dari tanggung jawab kepengurusan.
“Pelantikan bukan akhir, tapi awal tanggung jawab. Buktikan, siapa yang bekerja dan apa yang dikerjakan, apa manfaatnya bagi organisasi dan masyarakat,” kata Muqowam membacakan arahan OSO.
OSO, lanjut Muqowam, meminta kepengurusan Hanura DIY tidak berhenti pada pembentukan struktur administratif. DPD diminta memastikan pembentukan DPC, Pimpinan Anak Cabang (PAC), hingga struktur di tingkat bawah berjalan dan memiliki kader, aktivitas, serta agenda kerja yang nyata.
Kader juga diminta aktif membangun hubungan dengan masyarakat. Pesan tersebut diterjemahkan melalui kehadiran kader ketika masyarakat menghadapi persoalan serta mengawal penyelesaiannya.
“Kader harus hadir saat masyarakat daerah mendapati persoalan, dengar rakyat, pahami masalah, perjuangkan, kawal pelaksanaannya,” tutur Muqowam.
Ia juga menyampaikan pesan agar jabatan di partai tidak digunakan untuk kepentingan pribadi. Kepentingan organisasi dan masyarakat harus ditempatkan sebagai prioritas.
“Jangan pulang hanya membawa SK. Bekerja serius demi organisasi, jaga kehormatan partai, temani rakyat, mari kita songsong Pemilu 2029, untuk kemenangan Hanura,” tegasnya.
Pelantikan DPD Hanura DIY tersebut berlangsung bersamaan dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) Nasional Anggota DPRD Hanura se-Indonesia. Kegiatan turut dihadiri perwakilan Kesbangpol DIY, KPU dan Bawaslu DIY, serta sejumlah pimpinan partai politik di DIY, termasuk PDI Perjuangan, Partai Perindo, Partai Golkar, PPP, PKB, PKS, Nasdem, dan PSI.



