Mantan Presiden Timor Leste Francisco Guterres Meninggal Dunia di Usia 71 Tahun

Ruminews.id, Kuala Lumpur — Mantan Presiden Timor Leste, Francisco Guterres, meninggal dunia pada usia 71 tahun pada Minggu (21/6). Kabar duka tersebut dikonfirmasi sejumlah pejabat dan keluarga mendiang.

Ucapan belasungkawa datang dari Perdana Menteri Anwar Ibrahim melalui unggahan di platform X pada Senin (22/6).

“Saya turut berduka atas wafatnya mantan Presiden Timor-Leste Francisco Guterres. Atas nama Malaysia, saya menyampaikan belasungkawa kepada keluarganya dan rakyat Timor-Leste,” tulis Anwar.

Anwar mengenang Guterres sebagai salah satu tokoh penting generasi pejuang kemerdekaan Timor Leste. Selama bertahun-tahun, ia terlibat dalam gerakan perlawanan dan dikenal luas dengan nama perjuangan Lú-Olo.

Setelah Timor Leste meraih kemerdekaan, Guterres mengemban berbagai jabatan strategis, termasuk sebagai Presiden Parlemen Nasional sebelum akhirnya menjabat sebagai presiden negara tersebut.

“Sepanjang kariernya, beliau tetap setia pada kebebasan rakyatnya dan pada pembangunan negara demokrasi,” tulis Anwar.

“Malaysia turut berduka cita atas wafatnya bersama rakyat Timor-Leste. Beliau akan dikenang di sini dengan hormat dan kasih,” lanjutnya.

Meninggal di Kuala Lumpur Setelah Jalani Perawatan Intensif

Berdasarkan laporan media Portugal, Guterres meninggal dunia di Kuala Lumpur, Malaysia. Keluarga menyatakan bahwa ia wafat di Rumah Sakit Prince Court setelah menjalani perawatan medis intensif.

“Kepergiannya merupakan kehilangan bagi istri, anak-anak, dan seluruh keluarganya, bagi Fretilin, bagi rekan-rekannya dalam perjuangan, dan bagi semua orang yang berbagi mimpi dan pembangunan Timor Timur yang merdeka, demokratis, dan berdaulat bersamanya,” dalam pernyataan resmi keluarga Guterres.

Profil Francisco Guterres

Francisco Guterres menjabat sebagai Presiden Timor Leste periode 2017–2022. Ia merupakan tokoh senior dari Fretilin, partai yang memainkan peran sentral dalam perjuangan kemerdekaan negara tersebut.

Sebelum menjadi presiden, Guterres pernah menjabat sebagai Presiden Majelis Konstituen dan Presiden Parlemen Nasional. Dalam kapasitasnya sebagai Presiden Majelis Konstituen, ia memimpin proses penting pembentukan negara Timor Leste pascakemerdekaan.

Pada 20 Mei 2002, Guterres secara resmi memproklamasikan pemulihan kemerdekaan Timor Leste dan melantik Xanana Gusmão sebagai presiden pertama republik yang sebelumnya merupakan koloni Portugal tersebut.

Kepergian Francisco Guterres menjadi kehilangan besar bagi Timor Leste, terutama bagi generasi yang terlibat dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan demokrasi di negara itu.

Share

PENCARIAN
BERITA LAINNYA
KATEGORI
Scroll to Top