ruminews.id, Sinjai – Pada aksi jilid pertama dikatakan “Jalan Pakokko sudah masuk skala prioritas”. Kami percaya. Kami sabar. Tapi sampai sekarang setelah 3 bulan sesudah aksi jilid pertama buktinya mana? Jalan tetap rusak parah dan tidak ada menunjukan transparansi terkait SK Jalan masuk skala prioritas.
Karnah itu kemudian telah di atur dalam Transparansi Surat Keputusan (SK) terkait penetapan jalan ke dalam skala prioritas .
Transparansi Surat Keputusan (SK) jalan skala prioritas wajib dipublikasikan kepada masyarakat sesuai dengan amanat Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik .( UU KIP Nomor 14 Tahun 2008 ).
Sudah cukup terkait ke tidak jelasan ini,
Karena itu kami akan kembali turun ke jalan melakukan. AKSI JILID DUA!
Jilid satu kemarin kami datang baik-baik. Dikasih janji, kami pulang.
Jilid dua ini tidak sama lagi. Kami tidak akan pulang sebelum ada kejelasanTuntutan kami cuma satu, Keluarkan SK nya. Tunjukkan anggarannya. Kasih tau kapan alat berat masuk.
Jangan lagi mengatakan “sudah prioritas”. Kami sudah muak dengar hal itu.
Kalau memang prioritas, buktikan dengan kertas. Buktikan dengan kerja nyata.
Randi (Ipong), salah satu pemuda Pakokko, menyampaikan kekecewaannya.
“Sudah terlalu lama kami menunggu. Jalan ini adalah kebutuhan dasar. Kalau tidak ada tindakan nyata, kami siap turun menyuarakan langsung di lapangan,” tegasnya.
Hal senada disampaikan oleh Nahrum (Arung).
“Ini soal keselamatan dan kehidupan masyarakat. Jangan tunggu jatuh korban lebih banyak. Kalau harus demo agar didengar, kami siap,” ujarnya.
Warga Siap Turun dan Menginap di Rujab; Kini, semangat warga semakin menguat. Warga Dusun Pakokko disebut sudah antusias dan bersatu untuk turun bersama menyuarakan tuntutan. Bahkan, dengan tegas mereka menyatakan siap bermalam di rumah jabatan (rujab) hingga ada kepastian perbaikan jalan.
“Kalau tidak ada langkah nyata, kami tidak hanya datang menyampaikan aspirasi, tapi siap bertahan sampai ada jawaban. Kami ingin kepastian, bukan janji,” ujar salah satu warga.
Warga Dusun Pakokko berharap dan memohon Bupati serta Pemerintah Kabupaten Sinjai segera mengambil langkah konkret. Perbaikan jalan dinilai mendesak dan harus menjadi prioritas, agar penderitaan masyarakat tidak terus berulang dari tahun ke tahun.
Ingat ini, Di Jilid Dua kami siap menginap di Rujab. Satu minggu, dua minggu, kami tunggu Sampai ada SK yang kami bisa pegang.
Kepada Ibu Bupati dan Pemkab Sinjai:
Turun ki lihat langsung kondisi kami. Jangan cuma duduk di kantor lalu bilang “prioritas”.
*Kami bukan minta sedekah. Ini hak kami! Kami minta jalan layak!*



