Ruminews.id — Hungaria mengusir 10 diplomat Rusia di tengah memburuknya hubungan kedua negara. Pemerintah Budapest menyebut para diplomat tersebut terlibat dalam aktivitas yang dinilai tidak dapat diterima.
Menteri Luar Negeri Hungaria Anita Orbán mengatakan keputusan pengusiran diambil untuk melindungi keamanan dan kedaulatan negaranya. Namun, dia tidak merinci aktivitas yang menjadi dasar keputusan tersebut.
“Keputusan ini untuk melindungi keamanan dan kedaulatan Hungaria,” tulis Anita di media sosial resminya.
Meski mengambil langkah tegas terhadap perwakilan Rusia, Anita menegaskan pengusiran tersebut tidak berarti Hungaria memutus hubungan diplomatik dengan Moskow.
Rusia merespons keputusan tersebut dengan nada keras. Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan Moskow akan memberikan balasan terhadap tindakan Budapest.
“Respons terhadap sikap anti-Rusia akan keras dan menyakitkan,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia.
Hubungan Hungaria dan Rusia sebelumnya dikenal cukup dekat. Selama bertahun-tahun, pemerintahan Viktor Orbán menjadi salah satu sekutu terdekat Moskow di Eropa dan mempertahankan hubungan yang relatif terbuka dengan Kremlin.
Namun, perubahan politik di Budapest membuat hubungan tersebut mulai bergeser. Setelah kekalahan Orbán dalam pemilu April lalu, pemerintahan baru yang dipimpin Perdana Menteri Péter Magyar mulai mengambil jarak dari kebijakan pro-Kremlin.
Magyar menjanjikan hubungan yang lebih pragmatis dengan Rusia. Pemerintahannya juga menyerukan Moskow mengakhiri perang di Ukraina.
Sikap Budapest terhadap Rusia semakin terlihat pada Mei lalu ketika Anita memanggil Duta Besar Rusia untuk menyampaikan protes atas serangan drone besar-besaran di wilayah Transkarpatia, Ukraina.
Wilayah tersebut memiliki komunitas warga keturunan Hungaria dalam jumlah besar. Pemerintah Hungaria menilai serangan tersebut menjadi persoalan serius karena berpotensi berdampak terhadap warga yang memiliki hubungan erat dengan Hungaria.
Pengusiran 10 diplomat Rusia kini menjadi salah satu langkah paling tegas Budapest sejak perubahan pemerintahan.
Meski Hungaria menegaskan hubungan diplomatik dengan Rusia tetap dipertahankan, ancaman balasan dari Moskow menunjukkan hubungan kedua negara tengah memasuki fase yang semakin tegang.



