HPPMI Camba Sukses Selenggarakan Sekolah Aktivis, Tingkatkan Kesadaran Kritis Kader

HPPMI Camba

Ruminews.id, Maros — Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indonesia (HPPMI) Maros Komisariat Kecamatan Camba sukses menyelenggarakan Sekolah Aktivis selama dua hari, Jumat-Sabtu, 18-19 September 2026.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Meningkatkan Kesadaran Kritis HPPMI Maros Komisariat Kecamatan Camba dengan Sekolah Aktivis”. Kegiatan ini menjadi salah satu ruang kaderisasi untuk meningkatkan wawasan, kemampuan berpikir kritis, serta kapasitas kader dalam memahami dan merespons berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Pembukaan Sekolah Aktivis sekaligus pelaksanaan materi hari pertama digelar di Aula Panti Asuhan Al-Mubarak, Jumat (18/9/2026).

Pada hari pertama, peserta menerima dua materi, yakni “Krisis Ekologi dan Ekonomi” serta “Hukum & HAM”.

Materi “Krisis Ekologi dan Ekonomi” disampaikan oleh Syahrul Ramadhan selaku Kabid Advokasi & Investigasi HPPMI Maros Komisariat Kecamatan Camba, dengan didampingi M. Raehan.

Selanjutnya, materi “Hukum & HAM” dibawakan oleh Fidyan Syahwal A.P., dengan didampingi Muh. Farhan.

Kedua materi tersebut memberikan ruang kepada peserta untuk memahami berbagai persoalan yang berkaitan dengan lingkungan, ekonomi, hukum, serta hak asasi manusia. Pembahasan juga diarahkan untuk mendorong peserta agar mampu melihat persoalan secara lebih kritis dan memahami posisi mahasiswa dalam kehidupan sosial.

Memasuki hari kedua, Sabtu (19/9/2026), rangkaian Sekolah Aktivis dilanjutkan di Sekretariat HPPMI Maros Komisariat Kecamatan Camba.

Peserta menerima materi “Teknik Dasar Advokasi” yang disampaikan oleh Ahmad Faiz, dengan didampingi Muh. Hasyim Mustafa.

Materi tersebut membahas dasar-dasar advokasi sebagai bekal bagi kader dalam mengidentifikasi persoalan, menyusun langkah, membangun argumentasi, serta menentukan strategi dalam menyikapi suatu permasalahan.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan materi terakhir, yakni “Penulisan Dasar Berita Online” yang dibawakan oleh Ketua Umum HPPMI Maros Komisariat Kecamatan Camba, Faried Wajdy Arifay, dengan didampingi Zulfikar Ramadhan.

Dalam materi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai dasar-dasar penulisan berita online, mulai dari unsur 5W+1H, menentukan sudut pandang pemberitaan, struktur piramida terbalik, hingga prinsip penulisan yang membuat informasi mudah dibaca dan dipahami oleh publik.

Ketua Umum HPPMI Maros Komisariat Kecamatan Camba, Faried Wajdy Arifay, mengatakan bahwa Sekolah Aktivis tidak hanya diarahkan sebagai forum transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun kapasitas kader.

“Sekolah Aktivis ini menjadi ruang bagi kader untuk belajar, berdiskusi, dan mengembangkan kemampuan. Kesadaran kritis tidak lahir hanya dari keberanian berbicara, tetapi juga dari kemampuan membaca persoalan, mengolah informasi, dan menyampaikan gagasan dengan argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Faried, Sabtu (19/9/2026).

Menurutnya, kemampuan advokasi dan jurnalistik menjadi keterampilan yang penting bagi kader organisasi.

“Seorang aktivis harus mampu membaca realitas sekaligus mampu menyampaikan apa yang dibacanya kepada publik. Karena itu, materi advokasi dan penulisan berita online menjadi bagian penting dalam rangkaian Sekolah Aktivis ini,” lanjutnya.

Selama dua hari pelaksanaan, Sekolah Aktivis HPPMI Maros Komisariat Kecamatan Camba menghadirkan empat materi, yaitu Krisis Ekologi dan Ekonomi, Hukum & HAM, Teknik Dasar Advokasi, serta Penulisan Dasar Berita Online.

Rangkaian materi tersebut menjadi bagian dari upaya HPPMI Maros Komisariat Kecamatan Camba dalam memperkuat proses kaderisasi dan membangun kapasitas kader agar memiliki wawasan, kemampuan berpikir kritis, keterampilan advokasi, serta kemampuan menyampaikan informasi secara bertanggung jawab.

Sementara itu, Kabid Advokasi & Investigasi HPPMI Maros Komisariat Kecamatan Camba, Syahrul Ramadhan, menilai bahwa Sekolah Aktivis dapat menjadi langkah awal untuk membentuk kader yang mampu memahami persoalan secara lebih mendalam.

“Harapannya, kader yang mengikuti Sekolah Aktivis ini tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi mampu mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan organisasi dan masyarakat. Kesadaran kritis harus diwujudkan melalui keberanian untuk belajar, membaca persoalan, berdiskusi, dan mengambil peran dalam menyikapi berbagai persoalan yang ada,” pungkas Syahrul, Sabtu (19/9/2026).

Kegiatan Sekolah Aktivis HPPMI Maros Komisariat Kecamatan Camba diikuti dengan rangkaian diskusi dan penyampaian materi selama dua hari. Pelaksanaan kegiatan di dua lokasi tersebut menjadi bagian dari proses yang diarahkan untuk memperkuat kapasitas intelektual, kemampuan advokasi, serta keterampilan komunikasi kader.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, HPPMI Maros Komisariat Kecamatan Camba diharapkan dapat terus menghadirkan ruang-ruang pembelajaran yang mendorong kader untuk aktif berdiskusi, kritis terhadap persoalan sosial, serta mampu mengambil peran dalam kehidupan organisasi dan masyarakat.

Sekolah Aktivis tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen HPPMI Maros Komisariat Kecamatan Camba dalam membangun kader yang memiliki kesadaran kritis, kapasitas keilmuan, dan kemampuan praktis sebagai bekal dalam menjalankan peran organisasi.

Share

Scroll to Top