Ruminews.id, Maros — Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indonesia (HPPMI) Maros Komisariat Kecamatan Camba sukses menggelar Pentas Seni di Lapangan Andi Baso, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Kegiatan yang berlangsung pada 13–17 Agustus 2026 tersebut merupakan program kerja Bidang Minat dan Bakat HPPMI Maros Komisariat Kecamatan Camba. Pentas Seni menjadi ruang bagi para pemuda untuk menyalurkan kreativitas sekaligus memperkenalkan dan menjaga keberagaman seni dan budaya.
Sejumlah penampilan turut memeriahkan kegiatan tersebut, di antaranya angngaru, musik band, teater, musikalisasi puisi, serta Tari Empat Etnis.
Ketua Umum HPPMI Maros Komisariat Kecamatan Camba, Faried Wajdy Arifay, mengatakan Pentas Seni menjadi salah satu bentuk komitmen organisasi dalam memberikan ruang kepada pemuda untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Pentas Seni ini bukan hanya tentang pertunjukan. Di dalamnya ada proses belajar, keberanian untuk tampil, kerja sama, dan ruang bagi teman-teman untuk menunjukkan potensi yang mereka miliki,” ujar Faried.
Menurutnya, keberadaan ruang kesenian bagi generasi muda menjadi penting di tengah perkembangan zaman. Seni, kata dia, tidak hanya dapat menjadi sarana hiburan, tetapi juga menjadi medium untuk memperkenalkan identitas dan nilai-nilai budaya kepada masyarakat.
“Kita ingin menunjukkan bahwa pemuda, pelajar, dan mahasiswa tidak hanya bisa berbicara tentang persoalan sosial, tetapi juga mampu menciptakan karya dan merawat kebudayaan. Kesenian adalah salah satu ruang untuk itu,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Minat dan Bakat HPPMI Maros Komisariat Kecamatan Camba, Nabil Anugrah, menjelaskan bahwa Pentas Seni merupakan program kerja yang dirancang untuk menjadi wadah pengembangan minat dan bakat anggota.
“Bidang Minat dan Bakat memang memiliki tanggung jawab untuk menyediakan ruang bagi teman-teman yang mempunyai ketertarikan dan kemampuan di bidang seni. Pentas Seni ini menjadi salah satu bentuk implementasi dari program kerja tersebut,” kata Nabil.
Ia menambahkan, proses persiapan kegiatan tidak hanya berfokus pada penampilan di atas panggung. Para peserta juga belajar mengenai kerja tim, kedisiplinan, tanggung jawab, hingga proses kreatif dalam mempersiapkan sebuah pertunjukan.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada satu kali pelaksanaan. Potensi yang ada harus terus dikembangkan, karena banyak anak muda di Camba yang sebenarnya memiliki bakat, tetapi belum memiliki ruang untuk mengekspresikannya,” ujarnya.
Pimpinan Produksi Pentas Seni, M. Raehan, mengatakan pelaksanaan kegiatan melibatkan berbagai pihak dan membutuhkan proses persiapan yang cukup panjang.
“Menyiapkan sebuah pertunjukan tentu tidak mudah. Ada proses latihan, koordinasi, penataan panggung, hingga memastikan setiap penampilan dapat berjalan sesuai konsep. Tetapi semua itu menjadi pengalaman bagi teman-teman yang terlibat,” ungkap Raehan.
Menurutnya, keberagaman penampilan yang ditampilkan menjadi salah satu hal yang ingin ditonjolkan dalam kegiatan tersebut.
“Mulai dari angngaru, band, teater, musikalisasi puisi sampai Tari Empat Etnis, semuanya memiliki karakter masing-masing. Kami ingin keberagaman itu bisa hadir dalam satu panggung dan dinikmati oleh masyarakat,” jelasnya.
Pentas Seni HPPMI Camba berlangsung selama lima hari dan mendapat antusiasme dari masyarakat serta keluarga besar HPPMI Camba. Berbagai penampilan seni disajikan sebagai bagian dari upaya menciptakan ruang ekspresi sekaligus mempererat interaksi antara organisasi dan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, HPPMI Maros Komisariat Kecamatan Camba berharap pengembangan minat dan bakat generasi muda dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk menjaga keberadaan seni dan budaya lokal agar tetap dekat dengan generasi muda.
Bagi HPPMI Kecamatan Camba, panggung kesenian bukan sekadar tempat untuk tampil, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar, berkarya, berkolaborasi, dan menunjukkan bahwa kreativitas dapat tumbuh dari daerah. (*)



