Dubes Fadjroel Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Aibek Dadebay sebagai Ketua Kurultai Kazakhstan

Fadjroel Rachman

Ruminews.id, Astana — Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kazakhstan dan Tajikistan, M. Fadjroel Rachman, menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Aibek Dadebay sebagai Ketua Kurultai, parlemen unikameral Kazakhstan.

Ucapan tersebut disampaikan Fadjroel setelah Kazakhstan sukses menggelar pemilihan Kurultai pada 23 Agustus 2026. Ia juga mengapresiasi pelaksanaan pemilihan yang dinilainya menjadi bagian penting dari proses demokrasi konstitusional Kazakhstan dalam membangun apa yang disebut sebagai Kazakhstan Baru.

“Selamat atas suksesnya Kurultai kepada Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev, dan selamat atas terpilihnya Aibek Dadebay sebagai Ketua Kurultai. Kazakhstan telah sukses menjalankan demokrasi konstitusional untuk membentuk New Kazakhstan,” ujar Fadjroel di Astana, Jumat (28/8/2026).

Dadebay terpilih sebagai Ketua Kurultai melalui pemungutan suara rahasia dengan dukungan 144 dari 145 anggota parlemen. Sebelumnya, Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev mengusulkan Dadebay sebagai calon ketua parlemen dengan mempertimbangkan pengalamannya sebagai pegawai negeri.

Pemilihan Kurultai sendiri mencatat tingkat partisipasi pemilih sebesar 74,08 persen. Lebih dari 9,35 juta warga Kazakhstan tercatat menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan tersebut.

Partai Adilet menjadi peraih suara terbanyak dengan 71,17 persen suara dan memperoleh 110 dari total 145 kursi Kurultai.

Bagi Fadjroel, pemilihan tersebut menandai babak baru dalam kehidupan politik Kazakhstan. Kurultai merupakan lembaga legislatif dengan sistem satu kamar yang dibentuk sebagai bagian dari implementasi konstitusi baru Kazakhstan, yang diadopsi melalui referendum pada 15 Maret 2026.

Ia menilai perkembangan tersebut mendapat perhatian dari komunitas internasional, termasuk Indonesia, yang selama ini memiliki hubungan bilateral erat dengan Kazakhstan.

“Kazakhstan memberikan pesan kepada dunia, bahwa demokrasi berjalan sesuai dengan prinsip Konstitusi 2026,” kata Fadjroel.

Setelah terpilihnya Ketua Kurultai, proses pembentukan pemerintahan Kazakhstan akan berlanjut dengan pemilihan Wakil Presiden dan Perdana Menteri.

Share

Scroll to Top