Ruminews.id, Yogyakarta — Sejumlah persoalan mulai dari kebebasan sipil, menguatnya peran militer di ruang publik, kesejahteraan rakyat, konflik agraria, hingga penanganan bencana menjadi sorotan Aliansi Rakyat Memanggil dalam maklumat bertajuk “Agustus Gelap” yang diterbitkan pada 28 Agustus 2026.
Melalui maklumat tersebut, Aliansi Rakyat Memanggil melihat kemerdekaan tidak cukup dimaknai sebagai pergantian penguasa. Bagi mereka, kemerdekaan juga berarti terpenuhinya hak warga untuk menyampaikan pendapat, berkumpul dan berserikat, memperoleh pendidikan dan kesehatan, mendapatkan pekerjaan yang layak, serta memiliki ruang untuk menentukan kehidupan dan masa depannya sendiri.
Namun, kondisi tersebut dinilai masih jauh dari harapan. Aliansi menyoroti tekanan ekonomi yang dihadapi masyarakat, mulai dari kenaikan biaya hidup hingga sulitnya memperoleh pekerjaan. Di sisi lain, mereka melihat persoalan ketimpangan, perampasan ruang hidup, serta pembatasan terhadap masyarakat yang menyampaikan kritik masih terus terjadi.
Persoalan demokrasi menjadi salah satu perhatian utama dalam maklumat itu. Aliansi menilai ruang partisipasi publik semakin terbatas dan mengkritik penggunaan kekuasaan serta instrumen negara untuk menghadapi kelompok masyarakat yang menyampaikan penolakan maupun kritik terhadap kebijakan pemerintah.
Mereka juga menyinggung kembali berbagai peristiwa dalam gelombang aksi massa pada Agustus 2025. Dalam maklumat tersebut, Aliansi menyebut adanya penahanan terhadap ribuan orang serta korban luka hingga meninggal dunia yang menurut mereka belum mendapatkan pertanggungjawaban secara memadai.
Soroti Militerisme dan Kebebasan Sipil
Menguatnya peran militer di ruang sipil juga menjadi sorotan. Aliansi Rakyat Memanggil menilai perlu ada penguatan kembali prinsip supremasi sipil dan pembatasan peran militer agar tidak semakin masuk ke berbagai sektor kehidupan masyarakat.
Mereka juga menyerukan penghentian kriminalisasi terhadap warga yang menyampaikan kritik, termasuk aktivis, pembela hak asasi manusia, serta kelompok masyarakat yang memperjuangkan ruang hidupnya.
Dalam konteks kebebasan pers, Aliansi turut meminta agar kekerasan terhadap jurnalis dan pembela HAM diusut. Mereka juga mengangkat kembali kasus pembunuhan wartawan Udin dan menyerukan agar kasus tersebut diselesaikan secara tuntas.
Kesejahteraan Rakyat dan Beban Biaya Hidup
Selain demokrasi, persoalan ekonomi menjadi bagian penting dalam maklumat “Agustus Gelap”.
Aliansi menilai negara perlu menjamin hak masyarakat untuk hidup layak, termasuk melalui pemenuhan pendidikan dan kesehatan, pengendalian biaya hidup, serta penyediaan pekerjaan yang tidak eksploitatif.
Mereka juga mempertanyakan sejumlah program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang dinilai perlu dikaji dari sisi manfaat dan penggunaan anggaran negara.
Konflik Agraria dan Krisis Ekologi
Persoalan ruang hidup masyarakat juga mendapat perhatian. Aliansi menyerukan penghentian perampasan tanah dan penggusuran serta meminta pemerintah menghentikan pemberian izin yang berpotensi mengalihfungsikan lahan pertanian, kawasan esensial, dan wilayah penyangga ekosistem.
Mereka juga meminta agar warga yang dikriminalisasi karena mempertahankan tanah dan ruang hidupnya mendapatkan pembebasan.
Krisis ekologis turut dikaitkan dengan persoalan bencana yang terjadi di berbagai wilayah. Aliansi secara khusus menyoroti bencana di Aceh dan Sumatera, Nusa Tenggara Timur (NTT), serta kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.
Menurut mereka, penanganan bencana tidak boleh berhenti pada respons setelah bencana terjadi. Negara dinilai perlu membangun kebijakan yang mampu mencegah berulangnya krisis, termasuk dalam persoalan karhutla yang terus muncul setiap musim kemarau.
Minta Regulasi untuk Pekerja Transportasi Daring
Kelompok pekerja transportasi daring dan kurir juga masuk dalam tuntutan Aliansi Rakyat Memanggil.
Mereka meminta pemerintah menerbitkan regulasi yang memberikan kepastian bagi pengemudi transportasi online dan kurir, termasuk mengenai tarif bersih, layanan pengantaran makanan dan barang, akses parkir, serta ruang koordinasi antara pemerintah, perusahaan aplikasi, dan pengemudi.
Secara keseluruhan, Aliansi Rakyat Memanggil merumuskan enam tuntutan dalam maklumat “Agustus Gelap”. Tuntutan tersebut mencakup jaminan kebebasan sipil dan demokrasi, penghentian militerisme dan impunitas, peningkatan kesejahteraan rakyat, perlindungan ruang hidup, penyelesaian krisis bencana dan ekologis, serta perlindungan terhadap pekerja transportasi daring dan kurir.
Aliansi menempatkan seluruh persoalan tersebut dalam satu kerangka yang sama: hubungan antara rakyat dan kekuasaan. Mereka menilai kemerdekaan seharusnya memberikan ruang lebih besar bagi rakyat untuk menentukan arah kehidupannya, sekaligus memastikan negara menjalankan kewajibannya dalam melindungi hak warga.
Dalam maklumatnya, Aliansi juga menyerukan masyarakat untuk saling menguatkan dan mendoakan mereka yang menjadi korban dalam berbagai konflik maupun peristiwa yang mereka soroti.



