DIY Alami Hari Tanpa Hujan hingga 131 Hari, Terlama di Indonesia

Ruminews.id, Yogyakarta — Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi wilayah dengan deret hari tanpa hujan (HTH) terpanjang di Indonesia.

Berdasarkan pemutakhiran data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga 10 September 2026, sejumlah wilayah di DIY tercatat tidak mengalami hujan selama 131 hari.

Catatan tersebut menempatkan DIY di posisi teratas dalam daftar wilayah yang mengalami HTH kategori ekstrem panjang. Jawa Tengah menyusul dengan durasi 130 hari, sementara Jawa Timur mencapai 129 hari.

Secara keseluruhan, HTH ekstrem panjang tercatat tersebar di 17 provinsi. Kondisi ini menunjukkan musim kemarau masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia hingga pertengahan September 2026.

Di DIY, berdasarkan pemantauan BMKG, HTH terpanjang terjadi di Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, dengan durasi mencapai 131 hari.

Daerah lain di Pulau Jawa juga mengalami periode kering yang panjang. Di Jawa Tengah, misalnya, HTH terpanjang mencapai 130 hari di Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen. Sementara Jawa Timur mencatat durasi hingga 129 hari.

Berikut 17 provinsi yang tercatat mengalami HTH ekstrem panjang berdasarkan pemutakhiran BMKG 10 September 2026:

  1. DI Yogyakarta: 131 hari
  2. Jawa Tengah: 130 hari
  3. Jawa Timur: 129 hari
  4. Nusa Tenggara Timur: 118 hari
  5. Nusa Tenggara Barat: 115 hari
  6. Bali: 113 hari
  7. Jawa Barat: 110 hari
  8. Banten: 108 hari
  9. Sulawesi Selatan: 102 hari
  10. Maluku: 94 hari
  11. Sulawesi Barat: 91 hari
  12. Kalimantan Selatan: 89 hari
  13. Kalimantan Tengah: 89 hari
  14. Sulawesi Tenggara: 89 hari
  15. Gorontalo: 89 hari
  16. Sulawesi Utara: 88 hari
  17. Maluku Utara: 86 hari

BMKG mencatat panjangnya HTH tersebut sejalan dengan kondisi musim di berbagai wilayah Indonesia. Hingga 10 September 2026, sebanyak 564 zona musim (ZOM) atau sekitar 80,7% dari total ZOM masih berada dalam periode musim kemarau.

Sebaliknya, baru 22 ZOM atau 3,1% yang telah memasuki musim hujan. Wilayah lainnya merupakan daerah yang memiliki satu tipe musim sehingga tidak dikategorikan berdasarkan pergantian musim kemarau dan musim hujan seperti ZOM pada umumnya.

Kondisi kering juga terlihat dari pemantauan curah hujan pada dasarian pertama September. Untuk periode 1–10 September 2026, BMKG mencatat 92,62% wilayah Indonesia berada dalam kategori curah hujan rendah.

HTH lebih dari satu bulan juga masih ditemukan di sejumlah wilayah di luar daftar 17 provinsi tersebut. Di Sumatera Selatan, misalnya, BMKG Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan mencatat HTH terpanjang mencapai 81 hari di Pos Hujan Muara Kuang, Kecamatan Muara Kuang, Kabupaten Ogan Ilir.

BMKG masih memantau kondisi atmosfer yang relatif kering di tengah dominasi musim kemarau. Untuk periode 11–17 September 2026, masyarakat diminta mewaspadai dampak cuaca panas, udara yang lebih kering, kekeringan, hingga potensi kebakaran hutan dan lahan.

Meski demikian, hujan masih berpeluang terjadi secara lokal di sejumlah wilayah. Karena itu, perkembangan deret hari tanpa hujan, kondisi musim, serta peluang hujan tetap menjadi bagian dari pemantauan BMKG.

Share

Scroll to Top