Comeback di Pilpres Brasil, Lula da Silva Kembali Jadi Presiden untuk Periode Keempat

Ruminews.id, Brasília — Luiz Inácio Lula da Silva kembali memenangkan pemilihan presiden Brasil dan mencatat sejarah dengan menjabat sebagai presiden untuk periode keempat yang tidak berlangsung secara berturut-turut. Lula meraih 51,75 persen suara, mengungguli pesaingnya, Flávio Bolsonaro, yang memperoleh 48,25 persen.

Kemenangan tersebut diraih setelah persaingan ketat pada pemilihan yang berlangsung pada Oktober 2026. Flávio Bolsonaro, senator sayap kanan sekaligus putra mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro, sebelumnya unggul pada putaran pertama. Hasil akhir pemilihan kemudian berbalik menguntungkan Lula.

Dikutip dari laporan AFP dan Reuters pada Senin (26/10/2026), Flávio sempat menyatakan keyakinannya akan memenangkan pemilihan, dengan mengacu pada keunggulannya dalam sejumlah jajak pendapat. Namun, hasil resmi menunjukkan Lula berhasil mengamankan suara mayoritas.

Kemenangan Lula juga menandai keberlanjutan kepemimpinan politiknya di Brasil. Ia kembali menduduki jabatan presiden setelah sebelumnya memimpin negara tersebut dalam dua periode, yakni pada 2003–2010, sebelum kembali terpilih untuk periode 2023–2027.

Hasil pemilihan ini menjadi sorotan di tengah menguatnya kekuatan politik konservatif di sejumlah negara Amerika Latin, termasuk Argentina, Cile, Kolombia, dan Peru.

Kemenangan Lula dipandang sebagai perkembangan penting dalam dinamika politik kawasan yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pergeseran dukungan kepada kelompok sayap kanan.

Flávio Bolsonaro membawa latar belakang politik keluarga Bolsonaro yang dikenal dengan posisi konservatifnya. Sementara itu, Lula merupakan tokoh politik dari Partai Pekerja (Partido dos Trabalhadores/PT) yang telah lama menjadi salah satu figur utama dalam politik Brasil.

Persaingan keduanya mencerminkan perbedaan arah politik yang turut memengaruhi perdebatan mengenai kebijakan sosial, ekonomi, dan posisi Brasil di kawasan maupun dunia.

Pelaksanaan pemilu juga diwarnai kontroversi setelah Mahkamah Agung Brasil memutuskan memperpanjang waktu pemungutan suara selama dua jam pada saat-saat terakhir.

Keputusan tersebut diambil menyusul permintaan Lula yang melaporkan penghentian layanan bus di sejumlah kota. Kondisi itu disebut menghambat warga untuk mendatangi tempat pemungutan suara dan menggunakan hak pilih mereka.

Perpanjangan waktu tersebut memicu perdebatan di tengah persaingan politik yang ketat. Namun, hasil resmi pemilihan akhirnya menetapkan Lula sebagai pemenang dengan selisih 3,5 poin persentase dari Flávio Bolsonaro.

Kemenangan ini memastikan Lula kembali memimpin Brasil untuk periode keempatnya.

Share

Scroll to Top