Ruminews.id, JAKARTA — Direktur Badan Koordinasi Nasional Pembangunan Wilayah dan lingkungan Teknologi Mahasiswa Islam (Bakornas LTMI) PB HMI Fadil Musaffar, memberikan tanggapan tegas terkait beredarnya isu dan spekulasi di media sosial yang mengaitkan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, dengan jaringan bisnis kasino atau perjudian di Kamboja.
Dalam keterangannya, Fadil Musaffar menegaskan bahwa tuduhan tersebut sama sekali tidak memiliki dasar faktual dan dinilai sebagai bentuk disinformasi yang sengaja dihembuskan untuk menggiring opini publik secara menyesatkan.
Poin-Poin Pernyataan Resmi Fadil Musaffar:
• Giringan Opini Berbahaya dan Tanpa Bukti:
“Kami di Bakornas LTMI PB HMI mencermati dinamika informasi yang berkembang. Narasi yang mengaitkan Pak Dasco dengan aktivitas kasino di Kamboja adalah fitnah keji dan disinformasi liar tanpa basis data atau bukti hukum yang sah. Ini adalah bentuk pembunuhan karakter (character assassination) yang berpotensi merusak iklim demokrasi dan stabilitas publik,” ujar Fadil Musaffar.
• Dukungan Terhadap Transparansi dan Etika Informasi:
Sebagai bagian dari lembaga yang fokus pada pengawalan literasi, media, dan pembangunan nasional, Fadil mengingatkan pentingnya etika jurnalistik dan kehati-hatian masyarakat dalam mengonsumsi serta menyebarkan berita. Narasi tak berdasar yang menyerang figur publik tanpa verifikasi hanya akan memperkeruh ruang publik dengan rumor toksik.
• Rekam Jejak dan
Pengabdian Konstitusional:
LTMI PB HMI memandang keberadaan Sufmi Dasco Ahmad selama ini konsisten berada pada jalur tugas-tugas legislasi dan pimpinan parlemen yang berfokus pada kepentingan nasional. Upaya mengaitkannya dengan entitas bisnis ilegal atau judi di luar negeri dinilai sangat tidak masuk akal dan dipaksakan.
• Imbauan LTMI PB HMI kepada Pemuda dan Insan Pers:
Fadil mengajak seluruh elemen pemuda, mahasiswa, dan insan pers nasional untuk mengedepankan asas check and recheck (tabayyun). Jangan sampai ruang publik dan media sosial dijadikan alat propaganda oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab demi agenda politis tertentu.
“Kami mengimbau publik untuk tidak terkecoh oleh isu-isu murahan yang sengaja diproduksi tanpa fakta fiktif belaka. Mari kita jaga iklim kebangsaan kita dengan narasi-narasi yang membangun, objektif, dan berbasis data yang sahih,” tutup Fadil Musaffar.



