Aksi Mahasiswa IAIN Bone Tuntut Transparansi Anggaran Berujung Ricuh

ruminews.id – Bone, 3 September 2026 — Aliansi Mahasiswa IAIN Bone menggelar aksi unjuk rasa di lingkungan kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone, Sulawesi Selatan, hari ini. Aksi yang mengangkat tema “IAIN Bone Darurat Anggaran Jilid II” ini berujung ricuh setelah terjadi ketegangan antara massa aksi dan pihak keamanan kampus saat mahasiswa berupaya menuju halaman Kantor Rektorat.

Tuntutan Utama:

  1. Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan anggaran kampus.
  2. Membuka akses informasi penggunaan dana secara transparan kepada civitas akademika dan masyarakat.
  3. Mengevaluasi pengelolaan anggaran KIP Kuliah, PBAK, KKN, serta fasilitas kampus.

Kronologi Singkat

Situasi memanas saat massa aksi mencoba bergerak menuju halaman rektorat. Wakil Rektor IAIN Bone, Dr. Rahmatunnair, M.Ag., yang berada di lokasi turut menghalau massa aksi. Tindakan tersebut kemudian menuai kecaman dari mahasiswa. Mereka menilai pihak kampus semestinya berperan sebagai mediator dan membuka ruang dialog, bukan justru menghalangi penyampaian aspirasi.

Pernyataan Mahasiswa
Koordinator Lapangan aksi, Farel, menegaskan bahwa selama ini kampus dinilai cenderung menutup akses informasi terkait anggaran, padahal itu adalah hak publik yang harus dipenuhi.

Sementara Jenderal Lapangan, Rian, menyatakan mahasiswa akan terus mengawal isu ini hingga rektorat memberikan kejelasan, dan menegaskan bahwa transparansi anggaran adalah hak dasar yang tidak bisa ditunda.

Mahasiswa menegaskan bahwa sorotan mereka bukan merupakan tuduhan adanya penyimpangan atau tindak pidana, melainkan permintaan agar setiap anggaran yang berkaitan dengan kepentingan mahasiswa dapat dijelaskan melalui dokumen dan data yang bisa diperiksa secara terbuka.

Rencana Lanjutan
Aksi ini merupakan lanjutan dari gelombang aksi serupa sebelumnya, yang menurut mahasiswa belum mendapat jawaban memadai dari pihak kampus. AMIB menyatakan akan melanjutkan konsolidasi dan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tuntutan tidak direspons.

Share

Scroll to Top