Ruminews.id — Kelompok Houthi membantah klaim Arab Saudi yang menyebut kelompok tersebut meluncurkan drone menuju Kota Mekkah. Houthi menyebut tuduhan itu sebagai narasi lama yang kembali digunakan oleh Riyadh.
Pejabat biro politik Houthi, Hazem Al Assad, menyampaikan bantahan tersebut melalui platform X. Ia menanggapi pernyataan koalisi pimpinan Arab Saudi yang sebelumnya mengklaim telah mencegat dan menghancurkan sebuah drone Houthi sebelum memasuki wilayah udara terlarang di sekitar Mekkah.
“Klaim mengenai penargetan Mekkah adalah kebohongan usang yang pernah digunakan sebelumnya, dan tidak lagi dapat memperdaya siapa pun,” tulis Al Assad, dikutip AFP.
Sebelumnya, juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi, Turki Al Maliki, mengatakan sistem pertahanan udara kerajaan berhasil mencegat sebuah drone yang disebut diluncurkan oleh Houthi.
“Pasukan Pertahanan Udara Kerajaan Arab Saudi mencegat dan menghancurkan sebuah drone musuh yang diluncurkan oleh Milisi Teroris Houthi, sebelum drone tersebut memasuki Wilayah Udara Terlarang Kota Suci ‘Mekkah Al Mukarramah’,” pernyataan Al Maliki di platform X.
Klaim tersebut muncul setelah Riyadh mengeluarkan peringatan mengenai potensi serangan di Mekkah, Jeddah, dan Taif pada Selasa (15/9/2026). Peringatan itu kemudian dicabut dalam waktu singkat, menurut pertahanan sipil Arab Saudi.
Peringatan tersebut dikeluarkan sehari setelah serangkaian serangan rudal balistik dan drone dari Yaman menyebabkan 13 orang terluka di wilayah selatan Arab Saudi.
Dalam beberapa hari terakhir, Houthi meningkatkan serangannya terhadap Arab Saudi. Eskalasi tersebut berlangsung di tengah konflik regional yang lebih luas dan keterlibatan sejumlah negara di kawasan.
Klaim mengenai ancaman terhadap Mekkah juga mendapat perhatian karena kota tersebut merupakan salah satu tempat paling suci dalam Islam. Serangan yang mengarah ke wilayah tersebut berpotensi menimbulkan dampak keamanan dan politik yang lebih luas.
Ketegangan antara Houthi dan Arab Saudi sendiri terus meningkat seiring perkembangan konflik di Yaman. Dalam beberapa waktu terakhir, serangan dan respons militer dari kedua pihak kembali menjadi perhatian setelah Houthi memperluas aktivitas militernya di sejumlah wilayah strategis.



