Ruminews.id, Bantul — Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Ruas Kretek-Girijati atau yang dikenal sebagai Kelok 23 mulai diuji coba untuk lalu lintas kendaraan. Jalur yang menghubungkan Kabupaten Bantul dan Gunungkidul itu dibuka secara terbatas mulai Senin (14/9/2026).
Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional (Satker PJN) DIY Tisara Sita mengatakan pembangunan ruas Jalan Kretek-Girijati telah rampung pada Agustus 2026. Uji coba pembukaan lalu lintas dilakukan selama sepekan, yakni 14-20 September 2026.
“Mulai (dibuka) pukul 06.00 WIB sampai 18.00 WIB,” kata Tisara di Bantul, Senin (14/9).
Meski sudah dapat dilalui masyarakat, pembukaan Kelok 23 masih bersifat uji coba. Kendaraan yang diperbolehkan melintas hanya sepeda motor dan kendaraan roda empat.
Pembatasan diberlakukan karena pada bagian ujung ruas jalan tersebut masih terdapat paket pekerjaan lanjutan. Pekerjaan itu salah satunya berupa penurunan grade atau kelandaian jalan sepanjang 980 meter.
“Tapi perlu diingat bahwa masih ada pembatasan kendaraan karena di ujung akhir paket ini itu masih ada paket lanjutan,” ujarnya.
Menurut Tisara, paket lanjutan tersebut telah dikontrakkan pada Agustus 2026. Penurunan kelandaian diperlukan agar nantinya kendaraan berukuran besar dapat lebih mudah bermanuver ketika melintasi ruas tersebut.
“Jadi untuk manuver kendaraan berat masih belum bisa, sehingga sampai dengan paket itu selesai baru bisa nanti kendaraan berat untuk melintas,” katanya.
Selain penurunan grade, paket lanjutan juga mencakup pembangunan rest area dan pelebaran jalan. Pengerjaan keseluruhan ditargetkan berlangsung selama 12 bulan sejak kontrak dimulai dan diperkirakan selesai pada Agustus 2027.
“Rencana 12 bulan. Jadi kemungkinan sekitar Agustus tahun depan, 2027, itu baru selesai di Agustus itu,” ujar Tisara.
Ruas Kretek-Girijati menjadi bagian dari jalur penghubung antara wilayah Bantul dan Gunungkidul. Dengan adanya jalur baru ini, waktu tempuh diperkirakan sedikit lebih singkat dibandingkan jalur lama.
Namun, Tisara menyebut perbedaan waktu tempuhnya tidak terlalu besar, yakni sekitar empat menit.
“Memang secara waktu tempuh, kalau melalui jalan yang lama itu hanya selisih sedikit, empat menit,” katanya.
Selain waktu tempuh, aspek keselamatan dan kondisi jalan menjadi salah satu pertimbangan dalam pembangunan ruas tersebut. Jalur baru ini juga menawarkan pemandangan kawasan pesisir selatan yang lebih terbuka bagi pengguna jalan.
“Tentunya secara view atau pemandangan, itu lebih terlihat sangat cantik kalau dilihat dari jalan baru Kretek-Girijati,” ujarnya.
Pembukaan uji coba tersebut turut menarik perhatian pengendara dari luar DIY. Ida Suryani, pengendara asal Solo, mengaku sengaja datang untuk menjajal jalur yang selama ini membuatnya penasaran.
“Seneng banget mas, kan jalanannya bagus, panoramanya bisa lihat laut. Terus katanya lebih dekat kalau dari Bantul sampai ke Gunungkidul,” kata Ida dikutip dari Antara.
Selain mencoba ruas baru tersebut, Ida juga melakukan survei untuk mengetahui kondisi jalan sebagai persiapan agenda touring bersama kelompoknya dari Solo.
“Katanya kan teman-teman mau ada agenda touring. Nah, nanti kalau sudah jadi beneran dan dibuka kan saya bisa menjelaskan, sekalian survei,” ujarnya.
Dengan masih berlangsungnya pekerjaan lanjutan, masyarakat yang hendak melintasi Kelok 23 selama masa uji coba perlu memperhatikan jam operasional dan pembatasan jenis kendaraan yang berlaku.



