ruminews.id, MAROS — Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indonesia (HPPMI) Maros Komisariat Kecamatan Camba sukses menggelar Basic Analysis Camp (BACA) XIX sebagai bagian dari proses kaderisasi untuk meningkatkan kapasitas intelektual dan membentuk karakter kader yang produktif, militan, serta memiliki komitmen terhadap organisasi.
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Menanamkan Jiwa Intelektual Kader yang Produktif, Militan, dan Berkomitmen” dan berlangsung selama tiga hari, pada 24–26 Juli 2026, di Villa Orange Tanah Tengnga, Dusun Tanah Tengnga, Desa Cenrana, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros.
Sebanyak 25 peserta mengikuti seluruh rangkaian BACA XIX. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi kader untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, memperluas wawasan, serta membangun kepekaan terhadap berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan sosial.
Ketua Umum HPPMI Maros Komisariat Kecamatan Camba, Faried Wajdy Arifay, mengatakan BACA merupakan bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kaderisasi organisasi.
Menurutnya, kader HPPMI tidak cukup hanya aktif dalam menjalankan kegiatan organisasi, tetapi juga harus memiliki kemampuan intelektual dan kepekaan sosial.
“BACA menjadi ruang bagi kader untuk belajar, berpikir, dan memahami berbagai persoalan secara lebih kritis. Kita ingin kader HPPMI Camba tidak hanya produktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga mampu memberikan gagasan dan kontribusi di tengah masyarakat,” ujar Faried, Minggu (26/7/2026).
Ia menegaskan, produktivitas, militansi, dan komitmen perlu berjalan beriringan dalam proses pembentukan kader.
“Militansi tanpa intelektualitas dapat kehilangan arah, sementara intelektualitas tanpa komitmen juga sulit memberikan dampak. Karena itu, keduanya harus dibangun secara bersama dalam proses kaderisasi,” lanjutnya.
Sementara itu, Kabid Kaderisasi HPPMI Maros Komisariat Kecamatan Camba, Abdalla Mahardin Muhammad, mengatakan BACA XIX diarahkan untuk memberikan fondasi awal kepada kader dalam memahami organisasi sekaligus mengembangkan kemampuan analisis.
Ia menjelaskan bahwa kaderisasi bukan hanya proses transfer pengetahuan, tetapi juga proses pembentukan karakter dan pola pikir.
“Kami berharap peserta BACA XIX mampu menjadikan proses ini sebagai awal untuk terus belajar dan mengembangkan kapasitas diri. Kader harus memiliki keberanian untuk berpikir, berdiskusi, menyampaikan gagasan, dan membaca persoalan yang ada di sekitarnya,” kata Abdalla, Minggu (26/7/2026).
Menurutnya, keberadaan 25 peserta dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses regenerasi HPPMI Camba agar organisasi terus memiliki kader yang mampu melanjutkan estafet perjuangan.
Ketua Panitia BACA XIX, Tegar Satria Wirayudha, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan telah dipersiapkan sebagai ruang belajar sekaligus membangun kebersamaan antarkader.
“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh. BACA bukan hanya tentang materi, tetapi juga bagaimana peserta membangun kedisiplinan, kebersamaan, dan rasa tanggung jawab sebagai kader,” ungkap Tegar, Minggu (26/7/2026).
Ia menambahkan, suasana kegiatan yang dilaksanakan di kawasan Tanah Tengnga diharapkan dapat memberikan pengalaman berbeda bagi peserta selama mengikuti proses kaderisasi.
Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang dikemas dalam suasana pembelajaran, diskusi, dan kebersamaan. Proses tersebut diharapkan mampu mendorong peserta untuk lebih aktif dalam mengembangkan kapasitas intelektual dan kemampuan berorganisasi.
BACA XIX HPPMI Camba menjadi salah satu upaya organisasi dalam mempersiapkan kader yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga karakter yang produktif, militan, dan berkomitmen.
Melalui tema tersebut, HPPMI Camba berharap proses kaderisasi dapat melahirkan kader yang mampu menjaga keberlanjutan organisasi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dengan demikian, BACA XIX tidak berhenti sebagai sebuah kegiatan kaderisasi, tetapi menjadi bagian dari proses panjang dalam menumbuhkan generasi kader yang memiliki kemampuan berpikir kritis, semangat berorganisasi, dan komitmen untuk terus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. (*)



