Polda Jatim Kerahkan Empat Kapal dan 30 Personel Bantu Pencarian Korban KM Virgo Transport 8

KMP Virgo Transport 8

Ruminews.id, Surabaya – Polda Jawa Timur turut membantu proses pencarian dan evakuasi korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan sekitar Masalembo. Sebanyak empat kapal dan 30 personel Ditpolairud Polda Jatim dikerahkan untuk melakukan patroli serta penyisiran di wilayah perairan Sumenep.

Direktur Polairud Polda Jatim Kombes Arman Asmara mengatakan, pihaknya langsung membentuk tim SAR setelah menerima informasi mengenai kecelakaan kapal tersebut. Tim dilengkapi dengan berbagai perlengkapan penyelamatan, seperti peralatan selam, masker, pelampung, hingga armada pendukung.

“Kami bekerja sama dengan Basarnas. Basarnas membawa KN Permadi untuk melaksanakan kegiatan penyelamatan yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak menuju lokasi kejadian di perairan Masalembo Barat Daya,” ujar Arman saat dikonfirmasi, Senin (14/9/2026).

Meski ikut mendukung proses pencarian, Polda Jatim tidak menangani penyelidikan penyebab kecelakaan maupun menjadi pihak utama dalam operasi SAR di lokasi kapal tenggelam. Hal tersebut karena wilayah kejadian berada dalam kewenangan perairan Banjarmasin.

“Wilayah perairannya masuk dalam wilayah Banjarmasin, kurang lebih sekitar 84 nautical mile dari Pelabuhan Banjarmasin,” jelas Arman.

Namun, Polda Jatim tetap melakukan langkah antisipasi dengan mengerahkan personel untuk menyisir wilayah perairan Sumenep. Hal ini dilakukan karena lokasi tenggelamnya kapal berada cukup dekat dengan wilayah kepulauan Sumenep.

Empat kapal tipe KPC C3 dikerahkan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya korban yang terbawa arus menuju wilayah perairan Sumenep, termasuk kawasan Pulau Kangean dan jalur menuju Masalembo.

“Kami mengerahkan empat kapal dengan 30 personel untuk memastikan apabila ditemukan korban, baik oleh nelayan Sumenep, kapal yang berlayar dari Banjarmasin menuju Surabaya, maupun korban yang terdampak di wilayah Kabupaten Sumenep,” kata Arman.

Polda Jatim berharap koordinasi antara pemerintah daerah Kalimantan Selatan, Polair, Basarnas, serta unsur maritim lainnya dapat berjalan optimal sehingga proses pencarian korban dapat dilakukan secara maksimal.

Sementara itu, terkait penyebab tenggelamnya KM Virgo Transport 8, Arman menyebut proses penyelidikan menjadi kewenangan pihak Banjarmasin. Polda Jatim tetap menjalankan patroli rutin sebagai bagian dari tugas menjaga keamanan dan keselamatan wilayah perairan Jawa Timur.

Selain mendukung pencarian, Polda Jatim juga membuka posko Disaster Victim Identification (DVI) bersama Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jatim. Posko tersebut berada di Pelabuhan Tanjung Perak dan kantor Biddokkes Polda Jatim.

Posko pengaduan juga disediakan di Pelabuhan Tanjung Perak serta Ditpolairud Polda Jatim untuk membantu masyarakat yang mencari informasi mengenai keluarga yang diduga menjadi penumpang KM Virgo Transport 8.

“Melalui pendataan ini, kami berharap dapat melakukan sinkronisasi data dengan pihak Banjarmasin sehingga informasi mengenai korban, baik yang selamat maupun yang ditemukan, dapat terhubung dengan data awal,” ujar Arman.

KM Virgo Transport 8 diketahui tenggelam saat melakukan perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal tersebut membawa 243 orang. Berdasarkan data sementara, sebanyak 114 korban telah ditemukan, dengan rincian 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia. Sementara itu, 129 orang lainnya masih dalam proses pencarian.

Share

Scroll to Top