Ruminews.id, Parepare — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Parepare melaksanakan audiensi dengan PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal dan PT PLN (Persero) UP3 Parepare pada Senin (14/9).
Audiensi dilaksanakan di Kantor Pertamina dan Kantor PLN Parepare. Delegasi HMI dipimpin langsung oleh Ketua Cabang HMI Parepare, Muh. Ilham M, serta diikuti jajaran Ketua serta pengurus komisariat STIE dan STIH Parepare.
General Manager Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal, Bapak Agung, menyampaikan kesediaan perusahaan untuk turut mengawal perbaikan kondisi yang sedang terjadi di Parepare.
Hal senada disampaikan General Manager PLN UP3 Parepare, Bapak Muhammad Akbar, yang berkomitmen mengawal perbaikan penanganan layanan kelistrikan di wilayah kerjanya.
Dalam audiensi ini, HMI Cabang Parepare menyerahkan policy brief yang memuat hasil kajian organisasi atas dua persoalan itu untuk ditindaklanjuti. Policy brief tersebut antara lain merekomendasikan percepatan pembentukan dan penguatan Satgas pengawasan BBM di Parepare.
Kemudian perlu adanya penambahan alokasi pasokan serta jam operasional SPBU, penindakan terhadap dugaan penyalahgunaan BBM subsidi, transparansi jadwal pemadaman listrik, dan kepastian skema kompensasi yang adil bagi pelanggan terdampak sesuai ketentuan Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) tenaga listrik.
Sebagaimana tertuang dalam kajian tersebut, sejak pertengahan Juni 2026 antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Parepare kian kerap terjadi dan meluas hingga mengular ke badan jalan poros Parepare–Sidrap, khususnya di Jalan Ahmad Yani KM 3.
Antrean ini memicu kemacetan, menghambat distribusi logistik, dan turut mendorong kenaikan harga kebutuhan pokok seperti ikan.
Di sisi lain, pemadaman listrik bergilir yang diterapkan PLN ULP Mattirotasi sejak akhir Agustus 2026 dinilai beririsan dengan krisis BBM karena memicu kekhawatiran warga dan mendorong panic buying.
HMI Parepare menilai dua persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut karena berdampak langsung pada aktivitas warga, dunia usaha, dan layanan publik.
Melalui audiensi ini, HMI berharap kesediaan dan komitmen kedua BUMN untuk mengawal perbaikan tidak berhenti pada janji, tetapi ditindaklanjuti secara terukur, terbuka, dan dapat dipantau bersama oleh HMI dan masyarakat Parepare.
Ketua Cabang HMI Parepare, Muh. Ilham M, berharap policy brief yang diserahkan tidak sekadar menjadi dokumen formal, melainkan ditindaklanjuti dengan serius oleh kedua BUMN.
Ia menegaskan bahwa seluruh rekomendasi yang dituangkan dalam policy brief merupakan hasil pemantauan dan kajian organisasi atas kondisi nyata di lapangan, sehingga sepantasnya menjadi bahan pertimbangan dalam perbaikan penyaluran BBM dan layanan kelistrikan di Parepare.
HMI siap mengawal sekaligus berkontribusi agar setiap rekomendasi itu direalisasikan dan hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.



