Ruminews.id — Sebanyak delapan bandara yang sempat menghentikan operasional penerbangan akibat terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau kini telah kembali dibuka. Bandara Radin Inten II Lampung menjadi salah satu bandara terakhir yang kembali melayani penerbangan pada Selasa (8/9/2026) pagi.
Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I Kelas Utama menyampaikan seluruh bandara yang terdampak abu vulkanik Anak Krakatau telah kembali beroperasi.
“Seluruh Bandar Udara terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah dibuka kembali untuk operasional penerbangan,” demikian keterangan yang disampaikan melalui akun Instagram resminya, Selasa (8/9/2026).
Sebelumnya, tiga bandara masih ditutup hingga pukul 10.00 WIB, yakni Bandara Radin Inten II, Bandara Muhammad Taufiq Kiemas, dan Bandara Salakanagara. Ketiganya kemudian kembali beroperasi sebelum batas waktu tersebut.
EVP Corporate Secretary AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro mengatakan Bandara Radin Inten II kembali dibuka berdasarkan NOTAM B1159/26 yang berlaku mulai pukul 09.45 hingga 23.59 WIB pada 8 September 2026.
Dalam NOTAM tersebut tercantum status “AERODROME OPEN AND RESUMED OPERATIONS”.
Selain Radin Inten II, pembukaan kembali juga berlaku untuk Bandara Muhammad Taufiq Kiemas berdasarkan NOTAM C1136/26 mulai pukul 09.31 WIB, serta Bandara Salakanagara Tanjung Lesung berdasarkan NOTAM C1138/26 mulai pukul 09.50 WIB.
Sementara itu, Bandara Budiarto telah kembali beroperasi berdasarkan NOTAM C1131/26 sejak pukul 03.01 WIB. Bandara Pondok Cabe juga dibuka berdasarkan NOTAM C1133/26 sejak pukul 03.04 WIB.
Dengan demikian, delapan bandara yang telah kembali beroperasi adalah:
- Bandara Soekarno-Hatta
- Bandara Halim Perdanakusuma
- Bandara Husein Sastranegara
- Bandara Radin Inten II
- Bandara Budiarto
- Bandara Pondok Cabe
- Bandara Muhammad Taufiq Kiemas
- Bandara Salakanagara Tanjung Lesung
Meski operasional telah dibuka kembali, AirNav tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi abu vulkanik Anak Krakatau di wilayah penerbangan. Pilot juga diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan selama proses kedatangan maupun keberangkatan.
Calon penumpang diminta tidak hanya mengandalkan informasi pembukaan bandara, tetapi juga mengecek kembali status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing sebelum berangkat.
Sebelumnya, sejumlah bandara di wilayah Jawa dan Sumatera sempat ditutup secara bertahap setelah abu vulkanik Anak Krakatau terdeteksi mengganggu wilayah penerbangan. Pembukaan dilakukan setelah kondisi dinilai memungkinkan untuk kembali melayani penerbangan dengan tetap mempertimbangkan aspek keselamatan.


