Oleh: Carissa Listya P. (Siswa SMP Budya Wacana)
Ruminews.id, Yogyakarta – SMP Budya Wacana menggelar kegiatan Classmeet 17-an dan Pepenkris (Pekan Pendidikan Kristen) pada 18-20 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti oleh siswa kelas 7 hingga kelas 9, serta melibatkan bapak/ibu guru dan karyawan SMP Budya Wacana.
Berbagai perlombaan diselenggarakan dalam rangkaian kegiatan tersebut. Perlombaan yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan olahraga, tetapi juga mencakup kreativitas, pengetahuan Kristen, kekompakan, bahkan permainan yang melibatkan peserta secara kelompok.
Pada hari pertama, Selasa (18/8), kegiatan diawali dengan lomba menghias dan kebersihan setiap kelas, serta lomba mading. Dalam perlombaan tersebut, setiap kelas mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kreativitas sekaligus kekompakan melalui hasil karya mereka.
Rangkaian kegiatan berlanjut pada hari kedua, Rabu (19/8), dengan lomba voli happy dan CCA (Cerdas Cermat Alkitab). Lomba voli happy merupakan salah satu kegiatan olahraga dalam classmeet, dan permainan ini tidak memakai bola voli pada umumnya.

Voli happy menggunakan bola besar berdiameter 2 meter dan dimainkan dengan penuh antusias. CCA menjadi bagian kegiatan perlombaan yang berkaitan dengan pengetahuan Alkitab.
Pada hari ketiga, Kamis (20/8), diisi lebih banyak perlombaan. Beberapa di antaranya adalah lomba PBB dan final CCA. Selain itu, terdapat berbagai perlombaan lainnya, seperti cukurukuk, estafet random, jarah bola, dan lomba goyang kardus.
Tidak hanya games didalam rangkaian perlombaan,tetapi juga ada fashion show dan Paduan suara. Fashion show diikuti oleh perwakilan satu anak di setiap kelasnya, mereka cosplay sebagai tokoh-tokoh yang dikenal memiliki teladan di dalam Alkitab. Uniknya, mereka menggunakan barang bekas sebagai bahan dari kostum yang akan dikenakan. Selain itu, terdapat pula lomba Paduan suara yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan di hari terakhir.
Pelaksanaan Classmeet 17-an dan Pepenkris melibatkan beberapa pihak di lingkungan sekolah. Panitia lomba terdiri dari bagian kesiswaan, pengurus OSIS, dan kakak-kakak PPL. Sementara itu, peserta kegiatan berasal dari siswa kelas 7 hingga kelas 9 dengan keterlibatan bapak dan ibu guru serta karyawan sekolah.
Menurut Olin selaku Ketua OSIS di SMP Budya Wacana, kegiatan Classmeet 17-an dan Pepenkris diharapkan dapat menjadi wadah untuk menumbuhkan kekompakan setiap kelas dan seluruh warga sekolah. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi wadah bagi siswa SMP Budya Wacana untuk mengembangkan kreativitas serta mempertahankan semangat nasionalisme dan iman Kristiani.
Dalam pelaksanaannya, tidak seluruh perlombaan yang direncanakan dapat diselenggarakan. Coach Theo selaku guru SMP Budya menyampaikan bahwa terdapat beberapa lomba yang tidak dapat dilaksanakan karena keterbatasan waktu. Meskipun demikian, kondisi tersebut tidak menghambat kemeriahan rangkaian kegiatan Classmeet 17-an dan Pepenkris yang berlangsung selama tiga hari.
Dengan beragam perlombaan yang diselenggarakan, Classmeet 17-an dan Pepenkris menjadi salah satu kegiatan yang melibatkan siswa dan warga sekolah dalam berbagai aktivitas selama peringatan kemerdekaan. Rangkaian kegiatan tersebut ditutup dengan pemberian penghargaan dan hadiah saat upacara bendera berlangsung di sekolah. (IA)



