Ruminews, Luwu Timur — Pujasera Desa Maramba, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, mendadak ramai pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Warga berdatangan menyaksikan rangkaian Festival Olahraga yang digelar mahasiswa KKN-T Posko V Desa Maramba dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Bukan hanya pertandingan olahraga yang menjadi tontonan. Lomba karaoke sambung lirik yang diikuti enam tim ibu-ibu dan anak-anak turut mengundang perhatian warga. Suasana Pujasera yang biasanya menjadi tempat berjualan berubah menjadi ruang hiburan sekaligus pertemuan warga.

Sehari sebelumnya, Jumat, 21 Agustus 2026, mahasiswa KKN-T juga menggelar lomba domino berdikari. Perlombaan tersebut diikuti sekitar 60 peserta yang berasal dari kalangan pemuda dan orang tua.

Rangkaian kegiatan kemudian dilengkapi dengan pertandingan sepak takraw. Sebanyak 12 tim ambil bagian dalam kompetisi yang dibagi menjadi dua kategori, yakni tingkat sekolah dasar dan umum. Pertandingan berlangsung dengan sistem kompetisi.

Seluruh kegiatan dipusatkan di Pujasera Desa Maramba. Pemilihan lokasi bukan tanpa alasan. Selain menjadi ruang berkumpul warga, keberadaan kegiatan di kawasan tersebut diharapkan ikut menghidupkan aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kordes KKN-T Posko V Desa Maramba, Rifki Tamsir, mengatakan kegiatan tersebut tidak semata-mata dibuat untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan. Menurut dia, olahraga dan hiburan dapat menjadi pintu masuk untuk mempererat hubungan antarwarga, terutama pemuda.
“Kami berharap kehadiran KKN dapat menumbuhkan rasa persaudaraan di antara pemuda dan masyarakat, sekaligus meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan melalui kegiatan olahraga,” kata Rifki.
Ia juga berharap kegiatan yang dipusatkan di Pujasera dapat memberi dampak ekonomi bagi masyarakat. Ramainya pengunjung selama kegiatan, menurut dia, menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan penjualan.
Festival tersebut menjadi salah satu cara mahasiswa KKN-T Posko V menerjemahkan tema pengabdian mereka ke dalam kegiatan yang dekat dengan kehidupan warga: olahraga, hiburan, persaudaraan, sekaligus menggerakkan ruang ekonomi desa.



