Ruminews.id, Palopo — Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan pada Triwulan II 2026 yang mencapai 5,59 persen secara tahunan (y-on-y) menjadi capaian positif bagi perekonomian daerah. Namun, di balik angka tersebut, terdapat pertanyaan yang perlu dijawab: sejauh mana pertumbuhan ekonomi tersebut memberikan dampak nyata dan merata bagi masyarakat, khususnya di kawasan Luwu Raya?
Muh Aldy selaku Ketua HMM-FEB UNANDA menilai bahwa pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan tidak cukup hanya diukur melalui angka makro
Pertumbuhan tersebut harus mampu diterjemahkan menjadi peningkatan kesejahteraan, penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, serta pemerataan pembangunan hingga ke daerah-daerah
“Angka pertumbuhan 5,59 persen tentu patut diapresiasi. Tetapi jangan sampai pertumbuhan ekonomi hanya menjadi angka statistik. Kita harus memastikan bahwa masyarakat di Luwu Raya juga merasakan dampak nyata dari pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan,” ujar Muh Aldy selaku Ketua HMM-FEB UNANDA
Luwu Raya memiliki potensi ekonomi yang besar melalui sektor pertanian, perkebunan, perikanan, UMKM, perdagangan, hingga sumber daya alam. Potensi tersebut seharusnya menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah
Karena itu, pemerintah perlu memastikan bahwa kebijakan pembangunan tidak hanya terkonsentrasi pada wilayah tertentu. Pemerataan infrastruktur, akses pasar, konektivitas antarwilayah, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan ekonomi masyarakat lokal perlu menjadi perhatian
“Luwu Raya jangan hanya dipandang sebagai wilayah yang memiliki potensi dan sumber daya. Masyarakat Luwu Raya harus menjadi bagian dari penerima manfaat pembangunan. Kalau ekonomi Sulsel tumbuh, maka pertumbuhan itu harus terasa sampai ke tingkat masyarakat,” tegasnya
HMM-FEB UNANDA mendorong pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan agar menjadikan capaian pertumbuhan ekonomi Triwulan II 2026 sebagai momentum untuk memperkuat pemerataan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah, termasuk Luwu Raya
Sebab, keberhasilan pertumbuhan ekonomi bukan hanya tentang seberapa tinggi angkanya, tetapi seberapa luas manfaatnya dirasakan rakyat
“Ekonomi Sulsel boleh tumbuh 5,59 persen, tetapi jangan sampai Luwu Raya hanya menjadi penonton. Rakyat harus menjadi bagian dari pertumbuhan tersebut dan merasakan manfaatnya.”



