Tempat Hiburan Malam di Sleman Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp5 Miliar

Ruminews.id, Sleman — Kebakaran melanda Habit Pool and Lounge yang berada di Jalan Magelang Km 7, Kalurahan Sendangadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (20/6) dini hari.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Peristiwa itu pertama kali diketahui sekitar pukul 05.30 WIB setelah seorang warga melihat kobaran api dan memberi tahu karyawan yang tinggal di area mes tempat usaha tersebut. Salah satu saksi, A.N. (34), segera menuju lokasi untuk melakukan pengecekan.

Saat tiba di lokasi, ia mendapati api telah membakar bagian atap bangunan dengan kobaran yang cukup besar. Asap tebal juga terlihat memenuhi bagian dalam bangunan.

Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, mengatakan karyawan lainnya, D.A.S. (37), menjelaskan bahwa operasional tempat usaha telah berakhir sekitar pukul 02.30 WIB.

Sebelum ditutup, seluruh area telah dibersihkan dan peralatan listrik di bagian bar dimatikan. Hanya freezer yang tetap dalam kondisi menyala.

Petugas pemadam kebakaran kemudian dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan.

“Sekitar sepuluh menit setelah kejadian diketahui, petugas pemadam kebakaran datang dengan empat unit armada,” kata Argo lewat keterangan resmi, Sabtu (20/6).

Api berhasil dipadamkan pada pukul 05.47 WIB sehingga tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi. Tidak ada laporan korban luka maupun korban meninggal dalam insiden tersebut.

Pemilik usaha berinisial H.P. (32), warga Kabupaten Bantul, berencana membuat laporan polisi serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengusut penyebab kebakaran. Polisi juga membuka kemungkinan menghadirkan tim laboratorium forensik guna memastikan sumber api.

“Akibat kejadian tersebut, kerugian materiil kami diperkirakan mencapai Rp5 miliar,” ungkapnya.

Saat ini, Polsek Mlati bersama instansi terkait masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Kepolisian juga mengimbau pemilik usaha dan masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik serta memastikan penggunaan perangkat elektronik sesuai standar keselamatan guna mencegah kejadian serupa.

Selain itu, masyarakat diminta tidak memasuki area bangunan yang terdampak kebakaran hingga dinyatakan aman oleh petugas.

“Hal ini karena masih terdapat risiko runtuhnya bagian bangunan yang terbakar,” tandas Argo.

Share

PENCARIAN
BERITA LAINNYA
KATEGORI
Scroll to Top