27 Juni 2025

Nasional

Menyambut Implementasi KUHP 2026, Bapas Watampone gelar aksi Gerakan Nasional Pemasyarakatan Klien Balai Pemasyarakatan

ruminews.id Terpusat di Kawasan perkampungan Budaya Betawi, Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa gerakan nasional klien pemasyarakatan dipenuhi ratusan orang Klien Pemasyarakatan yang melakukan aksi bersih-bersih lingkungan. Hal ini menandai peluncuran ‘Gerakan Nasional Pemasyarakatan, Klien Balai Pemasyarakatan Peduli 2025’ pada Kamis (26/6) sebagai implementasi Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Udang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru yang akan mulai berlaku tahun 2026, khususnya terkait pidana kerja sosial dan pidana pengawasan bagi Klien Pemasyarakatan. Aksi Bersih – Bersih ini juga dilaksanakan serentak oleh klien pemasyarakatan di 94 Bapas seluruh Indonesia termasuk di Bapas kelas II Watampone Sulawesi selatan “Hari ini merupakan sejarah sekaligus penanda seluruh klien balai pemasyarakatan melakukan aksi sosial di lingkungan masyarakat dan fasilitas publik untuk menandai kesiapan menyambut implementasi undang-undang no 01 tahun 2023 tentang KUHP, gerakan nasional ini bukan hanya sekedar acara seremonial, melainkan upaya pemerintah khususnya pemasyarakatan untuk menyambut datangnya KUHP terbaru ditahun 2026 terutama pada implementasi pidana kerja sosial sebagai salah satu pidana non penjara, ini juga adalah bukti bahwa Pemasyarakatan siap mengambil bagian dalam implementasi KUHP melalui pelaksanaan kerja sosial. Kedepannya peran Bapas seluruh Indonesia akan semakin menantang” pungkas Nurmia Kabapas Watampone Diketahui, Kegiatan aksi sosial gerakan nasional pemasyarakatan melalui klien balai pemasyarakatan peduli di kab bone dipusatkan dan dilaksanakan di masjid Amirul ikhtiar bersama puluhan klien pemasyarakatan seluruh jajaran Bapas Watampone, Mitra pemerintah dan pokmas lipas menggelar aksi bersih-bersih masjid bersama warga sekitar “Jadi Bone ini merupakan salah satu dari 94 titik kegiatan gerakan nasional bapas peduli. Dengan gerakan ini kami berharap klien pemasyarakatan dan masyarakat sekitar dapat berbaur dengan baik dan semoga kesan pemasyarakatan tidak hanya sebagai penjara saja, tetapi kedepannya masyarakat mengetahui ada pidana kerja sosial yang langsung berdampak di lingkungannya” tegas baydawi Kasubsi BKD Bapas Watampone Ditemui terpisah salah satu klien pemasyarakatan mengakui bahwa kegiatan ini justru menjadi peluang baginya untuk memperbaiki diri dari kesan sebagai mantan narapidana “Kita ini kan mantan napi pak, kadang kesannya jelek ditengah masyarakat. Tapi karena ada kegiatan nasional bapas peduli ini akhirnya kami mulai dipandang baik oleh masyarakat karena membantu mereka di lingkungannya” tegas HR salah satu klien pemasyarakatan Gerakan Nasional Pemasyarakatan, Klien Balai Pemasyarakatan Peduli 2025’ diharapkan menjadi momentum dimulainya kontribusi langsung Klien Pemasyarakatan kepada masyarakat melalui Aksi Sosial, yang selanjutnya akan dilaksanakan rutin setiap bulannya, hingga tiiba waktunya pelaksanaan pidana kerja sosial diterapkan tahun 2026

Makassar

LTMI HMI Cabang Makassar Timur Kembali Bergeliat: Sukses Gelar Pembukaan LAKSUS 1 dan Stadium General

ruminews.id Makassar, 26 Juni 2025 – Setelah beberapa tahun mengalami kevakuman, Lembaga Teknologi Mahasiswa Islam (LTMI) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar Timur kembali menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu lembaga Pengembangan Profesi semi otonom dalam tubuh HMI. Momentum kebangkitan itu ditandai dengan suksesnya pelaksanaan Pembukaan Latihan Khusus (LAKSUS) 1 dan Stadium General, yang digelar secara resmi di Ruang Rapat Lantai 9 Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Fadel Muhammad Taufan Ansar, Wakil Ketua Komisi C DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, yang sekaligus menjadi salah satu narasumber utama dalam Stadium General. Dalam sambutannya, Fadel mengapresiasi langkah LTMI Cabang Makassar Timur dalam menginisiasi ruang-ruang kaderisasi dan diskursus teknologi di kalangan mahasiswa Islam. Ia menegaskan pentingnya inovasi digital dan sinergi lintas sektor sebagai strategi pembangunan yang relevan di masa kini dan masa depan. “Pemuda, terutama kader HMI, harus mampu menjadi pionir perubahan. Jangan hanya jadi penonton di tengah geliat teknologi dan pembangunan. Justru kita harus jadi arsitek masa depan,” ujar Fadel di hadapan para peserta dan undangan. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Erlangga Pratama Susilo, Direktur Eksekutif LTMI HMI Cabang Makassar Timur, yang menyampaikan bahwa LAKSUS 1 menjadi titik balik untuk membangkitkan kembali semangat kaderisasi berbasis teknologi, yang selama ini menjadi ciri khas LTMI. Ia menekankan bahwa transformasi digital bukan hanya soal alat dan platform, tetapi juga soal cara berpikir, budaya organisasi, dan kesiapan kader menghadapi perubahan zaman. HMI Cabang Makassar Timur juga turut memberikan dukungan langsung atas terselenggaranya kegiatan ini, yang diwakili oleh Hilal Hamdi, selaku Bendahara Umum Cabang. Dalam keterangannya, Hilal menyampaikan bahwa revitalisasi lembaga-lembaga kekaryaan seperti LTMI merupakan bagian penting dari strategi penguatan basis kaderisasi HMI secara menyeluruh. Stadium General yang menjadi bagian utama dalam pembukaan LAKSUS 1 ini mengangkat tema “Inovasi Digital dan Kolaborasi Lintas Sektor sebagai Kekuatan Pembangunan Masa Depan.” Tema ini dipilih untuk menjawab tantangan zaman sekaligus memperluas perspektif kader terhadap pentingnya konektivitas lintas bidang dalam membangun masyarakat modern yang berkeadilan dan berkemajuan. Selain Fadel, dua narasumber lainnya juga hadir memberikan materi yang bernas dan inspiratif. Pertama, Sultan Rakib, S.S., M.M., selaku Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Provinsi Sulawesi Selatan, yang membawakan materi seputar transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan dan peran pemuda dalam mengawal digitalisasi layanan publik. Kedua, Kasat Polrestabes Makassar yang hadir mewakili Kapolrestabes Makassar, turut menyampaikan pentingnya kolaborasi keamanan dan teknologi informasi dalam menjaga stabilitas sosial di era digital. Kegiatan ini juga menjadi ruang konsolidasi gagasan antarkader dari berbagai komisariat, yang hadir dengan semangat membangun kembali LTMI sebagai wadah intelektual dan laboratorium kaderisasi berbasis teknologi. LAKSUS 1 sendiri dirancang sebagai pelatihan khusus yang tidak hanya memperkuat pemahaman teknologi kader, tetapi juga memperdalam sikap kritis, kolaboratif, dan visioner dalam menjawab persoalan umat dan bangsa. Dengan antusiasme tinggi dari peserta, serta dukungan berbagai pihak, kegiatan ini berhasil menciptakan suasana yang dinamis dan produktif. LTMI Cabang Makassar Timur membuktikan bahwa vakum bukanlah akhir, tetapi justru titik tolak untuk bangkit dan bergerak lebih progresif. Semangat kebangkitan ini menjadi sinyal kuat bahwa LTMI siap kembali memainkan perannya sebagai penggerak inovasi, penyambung nalar strategis kader, dan motor perubahan dalam tubuh HMI Cabang Makassar Timur.

Scroll to Top