17 Mei 2025

Makassar

Pemkot Makassar Data Ulang Pegawai Non ASN Agar Tertib Administrasi

ruminews.id, MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menegaskan bahwa tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap pegawai non ASN di lingkup Pemkot Makassar. Langkah yang diambil saat ini, merujuk pada Surat Edaran Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor: 018/R/BKN/VIII/2022, yang bertujuan mendorong percepatan pemetaan, validasi data, dan penyusunan peta jalan (roadmap) penyelesaian tenaga non ASN di masing-masing instansi pemerintah. Sebagai lembaga negara, Pemkot Makassar memastikan bahwa seluruh pegawai non ASN harus terdaftar dalam pangkalan data resmi. Hal ini penting untuk menghindari adanya pegawai “titipan” yang masuk melalui jalur tidak resmi atau tidak sesuai prosedur. Pendataan tenaga non ASN ini juga merupakan tindak lanjut dari Surat Menteri PAN-RB Nomor: B/1511/M.SM.01.00/2022. Dalam surat tersebut, pemerintah pusat menginstruksikan agar dilakukan pendataan untuk mengetahui jumlah dan kondisi pegawai non ASN di setiap instansi pemerintah. Selain itu, kebijakan ini mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018, yang mengatur bahwa seluruh kepegawaian di instansi pemerintah harus memiliki status yang jelas. Tujuan utama dari pendataan ini adalah untuk memetakan kondisi pegawai non ASN. Hasilnya akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun strategi kebijakan terkait tenaga honorer dan pengelolaan belanja pegawai secara lebih tepat sasaran. Kepala BPSDMD Makassar, Akhmad Namsum menegaskan, Pemerintah Kota Makassar memastikan tak ada PHK yang di lakukan berkaitan dengan tenaga non ASN atau tenaga honorer di Pemkot Makassar. “Keputusan berkaitan dengan tenaga honor merupakan keputusan Pemerintah Pusat,” ujarnya, Sabtu (17/5/2025). Namsum membantah soal tudingan PHK di lingkup Pemkot Makassar. Ia menyebut ini merupakan penataan pegawai di Pemkot Makassar sesuai dengan regulasi yang ada di Pemerintah pusat. Ia menegaskan, ini adalah penataan ASN yang sesuai dengan regulasi yang keluar dan ini berlaku bagi seluruh Indonesia bahwa tidak boleh lagi melakukan penganggaran penggajian terhadap tenaga honor atau tenaga sebutan lainnya. “Tapi, bila dibutuhkan tenaga-tenaga yang saya sebutkan tadi maka dimungkinkan melalui pengadaan jasa lainnya perseorangan,” tegasnya. Hanya saja kata dia, ada ruang-ruang itu yang bisa dilakukan Pemerintah daerah dalam rangka pemenuhan kebutuhan untuk menopang kerja-kerja tenaga-tenaga aparatur di Pemerintah daerah. “Sehingga kita berharap tentu ruang-ruang itu, yang menjadi acuan tetap seperti apa yang diatur regulasi yang ada,” ungkapnya. Dia menuturkan, menyangkut mengenai tenaga non ASN di Pemerintah Kota Makassar memang sebenarnya adalah sesuai dengan regulasi. “Kita tahu bahwa ada penataan non ASN itu sesuai dengan undang-undang 20 tahun 2023 dan yang terbaru adalah surat Kemenpan RB nomor B.5993 MSM 01.002024 12 Desember 2024,” tuturnya. Selain itu kata Akhmad non ASN juga di atur dalam surat dari Dirjen Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Nomor 900.1.1664 Keuangan Daerah, bahwa pemerintah daerah di seluruh Indonesia tidak boleh atau tidak lagi diminta untuk tidak melakukan penggajian terhadap tenaga non ASN. Kecuali bagi tenaga yang mengikuti seleksi P3K karena tenaga non ASN yang bersangkutan kalau mengikuti seleksi PPPK dan tidak masuk dalam mengisi informasi itu akan menjadi PPPK paruh waktu. “Dan itu yang dimungkinkan untuk penganggaran penggajiannya seperti yang diterima sebelumnya,” tuturnya. Ia menyebut pegawai honorer yang tak mengikuti seleksi PPPK atau tidak mendaftar tentu tidak lagi memungkinkan diberikan gaji atau honor dari APBD sesuai dengan regulasi surat yang ada. “Bagi daerah yang masih membutuhkan tenaga non ASN sesuai dengan peta jabatan yang dilakukan oleh OPD bersama adalah masih dimungkinkan tetapi bukan lagi tenaga honor daerah tetapi melalui pengadaan jasa lainnya perorangan,” ucapnya. Pihak Pemkot Makassar akan melakukan pemetaan tenaga yang di butuhkan sesuai dengan SKPD masing-masing di Pemkot Makassar. Sesuai dengan apa yang dimungkinkan oleh regulasi seperti dengan tenaga kebersihan, operasional 24 jam dan tenaga-tenaga yang ada seperti di berbagai OTD menyangkut dengan pramusaji. “Kemudian kebersihan kantor, kemudian juga tenaga-tenaga yang lebih teknis yang mungkin bisa rekrut oleh masing-masing OPD sesuai dengan kebutuhannya tapi berdasarkan dengan pengadaan jasa lainnya perorangan,” bebernya. (*)

Makassar

Pengurus AUHM Makassar Silaturahmi dengan DPRD, Bahas Sinergi Tingkatkan PAD

ruminews.id, Makassar, 16 Mei 2025 – Pengurus Asosiasi Usaha Hiburan Malam (AUHM) Kota Makassar melakukan kunjungan silaturahmi ke kantor DPRD Kota Makassar, Jumat (16/5). Kunjungan ini bertujuan menjalin komunikasi dan sinergi dengan legislatif dalam rangka membangun kemitraan strategis antara pelaku usaha hiburan dan pemerintah. Kedatangan pengurus AUHM diterima langsung oleh Ketua DPRD Makassar, Supratman, bersama dua anggota dewan, yakni Tri Sulkarnain Ahmad dari Fraksi Mulia dan Basdir dari Fraksi PKB. Dalam pertemuan tersebut, Supratman mengapresiasi terbentuknya kembali kepengurusan AUHM yang sebelumnya sempat mengalami kekosongan. Ia menilai keberadaan asosiasi ini penting sebagai wadah resmi para pelaku usaha hiburan di Kota Makassar. “Kita apresiasi dan mendukung hadirnya kembali AUHM. Selain sebagai mitra pemerintah, asosiasi ini juga dapat menjadi sarana menghimpun pelaku usaha hiburan di Makassar,” kata Supratman, legislator dari Partai NasDem. Ia berharap AUHM dapat berperan aktif dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor usaha hiburan yang tertib dan bertanggung jawab. Senada dengan itu, Anggota Komisi A DPRD Makassar, Tri Sulkarnain Ahmad, menyambut baik langkah AUHM yang membuka ruang dialog dengan DPRD. Ia menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut. “Sebagai langkah awal, kami akan mengundang seluruh pelaku usaha dan pengurus asosiasi untuk mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP). Ini penting agar terbangun sinergi yang baik antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha,” ujarnya. Sementara itu, Ketua AUHM Makassar, Tasbih Mursalin, menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat DPRD Makassar. Ia menegaskan komitmen AUHM untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembinaan dan pengawasan usaha hiburan malam. “Kami ingin berperan maksimal sebagai perpanjangan tangan pemerintah, memastikan seluruh pelaku usaha bisa terhimpun, bertanggung jawab, dan memberi manfaat bagi pemerintah kota serta masyarakat,” ujar Tasbih didampingi sejumlah pengurus lainnya. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara AUHM dengan DPRD dan Pemkot Makassar dalam mendukung iklim usaha yang sehat dan berkontribusi pada pembangunan daerah.

Scroll to Top