Ruminews.id, Yogyakarta – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X mengimbau wisatawan untuk tidak mendaki hingga puncak Gunung Merapi karena gunung tersebut masih berstatus Level III atau Siaga.
“Harapan saya bagi turis, bagi pendatang yang memang datang untuk berwisata, saya mohon jangan naik ke atas (puncak Merapi),” tegas Sri Sultan pada Kamis, (2/07).
Imbauan itu disampaikan mengingat aktivitas Gunung Merapi yang berada di perbatasan Kabupaten Sleman, DIY, dengan wilayah Jawa Tengah masih cukup tinggi. Beberapa hari terakhir, Merapi juga kembali mengalami erupsi.
Menurut Sultan, masyarakat yang tinggal di lereng Merapi telah memahami karakteristik gunung api tersebut sehingga mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan ketika aktivitas vulkanik meningkat. Sebaliknya, wisatawan atau pendatang dinilai belum tentu memahami potensi bahaya yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
“Kalau masyarakat sekitarnya sudah paham. Tapi pendatang yang sekadar berlibur belum tentu tahu kalau ada aktivitas Merapi. Hati-hati, sementara jangan naik dulu,” ujarnya.
Sultan menegaskan, informasi mengenai tingkat bahaya dan perkembangan aktivitas Gunung Merapi sepenuhnya menjadi kewenangan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG). Karena itu, masyarakat maupun wisatawan diminta mematuhi setiap rekomendasi yang dikeluarkan lembaga tersebut.
Menurut dia, warga yang bermukim di sekitar Merapi telah memahami batas aman kawasan rawan bencana, termasuk jalur guguran lava dan awan panas saat terjadi erupsi. Dengan pengetahuan tersebut, masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas sehari-hari tanpa mengabaikan aspek keselamatan.
“Kalau masyarakat sekitar Merapi sudah paham. Mereka tahu sampai mana guguran dan awan panas mengalir, sehingga tahu kapan harus waspada,” kata Sultan.
Saat ini BPPTKG masih menetapkan status Gunung Merapi pada Level III (Siaga). Masyarakat dan wisatawan diimbau tidak melakukan aktivitas di kawasan yang telah ditetapkan sebagai daerah potensi bahaya, serta terus memantau informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas vulkanik Merapi.