Rusdi Al Amri: Sukses MTQ Bukan Sekadar Meriah, tetapi Mampu Melahirkan Qori dan Qoriah Terbaik

Ruminews.id, Solok – Kepala Jorong Panyalai, Nagari Cupak, Rusdi Al Amri, menilai keberhasilan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kecamatan Gunung Talang tidak semestinya hanya dilihat dari kemeriahan acara.

Lebih dari itu, kualitas peserta yang dihasilkan serta keberlanjutan pembinaan generasi muda menjadi hal penting yang perlu mendapat perhatian.

Hal tersebut disampaikannya seiring dengan kepercayaan yang diberikan kepada Nagari Cupak sebagai tuan rumah pelaksanaan MTQ, dengan Jorong Panyalai menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan perlombaan untuk cabang Tartil.

Menurut Rusdi, kegiatan MTQ merupakan kesempatan berharga bagi setiap nagari untuk memperkenalkan potensi terbaik yang dimiliki, khususnya generasi muda yang memiliki kemampuan di bidang seni baca Al-Qur’an.

“MTQ ini menjadi tempat kita menemukan bibit-bibit terbaik dari setiap nagari. Harapan kita, mereka tidak berhenti berprestasi di tingkat kecamatan saja, tetapi mampu melangkah lebih jauh hingga kabupaten, provinsi, bahkan nasional untuk membawa nama baik daerah,” ujar Rusdi.

Ia mengatakan, untuk mewujudkan harapan tersebut, pelaksanaan MTQ perlu didukung oleh seluruh pihak, termasuk penyelenggara, masyarakat, pembina, serta dewan hakim yang memiliki tanggung jawab besar dalam menentukan hasil perlombaan.

Rusdi secara khusus menaruh harapan agar proses penilaian berlangsung secara terbuka dan profesional. Menurutnya, kejujuran dalam menentukan pemenang merupakan bagian penting dari upaya menjaga mutu dan marwah penyelenggaraan MTQ.

“Kita ingin peserta yang keluar sebagai juara memang mereka yang terbaik berdasarkan kemampuan. Karena itu, objektivitas dan keadilan dewan hakim harus menjadi perhatian bersama. Jangan sampai ada intervensi yang justru mengurangi nilai dari kegiatan yang mulia ini,” ungkapnya.

Sebagai Kepala Jorong Panyalai, Rusdi juga menyampaikan kesiapan masyarakat untuk berkontribusi dalam menyukseskan cabang Tartil.

Ia berharap kepercayaan sebagai salah satu lokasi perlombaan dapat menjadi penyemangat bagi masyarakat, terutama anak-anak dan generasi muda, untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an.

Baginya, MTQ bukan hanya tentang mencari siapa yang paling baik dalam perlombaan, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai keagamaan yang selama ini menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Minangkabau.

Ia mengaitkan hal tersebut dengan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, yang menempatkan ajaran agama sebagai landasan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Semoga melalui MTQ ini lahir generasi penerus yang mampu mengharumkan nama daerah sekaligus menjaga nilai-nilai agama dan adat Minangkabau. Kita tentu bangga apabila anak-anak kita mampu tampil hingga tingkat nasional, tetapi akan jauh lebih membanggakan apabila prestasi itu juga diiringi akhlak yang baik serta kecintaan terhadap Al-Qur’an,” tuturnya.

Rusdi berharap pelaksanaan MTQ Kecamatan Gunung Talang dapat memberikan manfaat yang terus dirasakan masyarakat, bahkan setelah seluruh rangkaian perlombaan berakhir.

“Pada akhirnya, keberhasilan MTQ bukan hanya soal siapa yang membawa pulang piala, melainkan seberapa banyak generasi muda yang semakin mencintai Al-Qur’an setelah kegiatan ini selesai,” pungkasnya.

Share

Scroll to Top