PP HAM-LUTIM Melaksanakan Dialog Lingkungan, Soroti Dilema Hilirisasi dan Kelestarian Ekosistem

Ruminews.id, Palopo – Ditengah pesatnya laju industrialisasi yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, berbagai persoalan lingkungan turut menjadi perhatian serius, (13/6/26).

Menjawab tantangan tersebut, Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Luwu Timur Batara Guru menggelar Dialog Lingkungan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Sekolah Advokasi, yang berlangsung di Gedung Sakotae.

Mengusung tema “Menimbang Dampak Sosial-Ekologis Industrialisasi: Antara Pertumbuhan Ekonomi dan Kelestarian Lingkungan”.

kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus forum diskusi yang mempertemukan mahasiswa, pemangku kebijakan, akademisi, dan pegiat lingkungan untuk membahas berbagai dampak yang ditimbulkan oleh aktivitas industrialisasi terhadap masyarakat dan lingkungan di Kabupaten Luwu Timur.

Dialog ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, yakni perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu Timur, anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur, Kepala Departemen WALHI Sulawesi Selatan, serta akademisi.

Kehadiran para narasumber diharapkan mampu memberikan perspektif yang komprehensif mengenai kondisi lingkungan, tantangan pembangunan, serta langkah-langkah strategis dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan ekosistem.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh mahasiswa asal Luwu Timur dan berbagai organisasi kemahasiswaan yang aktif mengawal isu-isu sosial dan lingkungan. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan, gagasan, serta pandangan kritis yang disampaikan selama dialog berlangsung.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PP Ham Lutim Batara Guru, Rishariyadi, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar forum diskusi, melainkan bagian dari upaya membangun kesadaran kritis mahasiswa terhadap persoalan lingkungan yang dihadapi daerah.

“Dialog lingkungan ini merupakan bagian dari rangkaian Sekolah Advokasi yang kami laksanakan. Kami ingin menghadirkan ruang yang sehat bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi, kritik, dan saran terkait berbagai persoalan yang terjadi di Luwu Timur, khususnya yang berkaitan dengan isu lingkungan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen organisasi untuk terus berkontribusi dalam mengawal kepentingan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

“PP Ham Lutim Batara Guru akan terus hadir memberikan kontribusi nyata bagi mahasiswa dan masyarakat Luwu Timur. Kami berkomitmen menyediakan ruang diskusi yang inklusif serta menjalankan fungsi social control terhadap berbagai kebijakan yang berdampak pada kehidupan sosial dan lingkungan,” tambahnya.

Melalui dialog ini, PP Ham Lutim Batara Guru berharap dapat mendorong lahirnya kesadaran kolektif dan kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan mahasiswa dalam menjaga kelestarian lingkungan tanpa mengabaikan kebutuhan pembangunan ekonomi.

Kegiatan ini menjadi penegasan bahwa pembangunan dan pelestarian lingkungan bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan, melainkan dua aspek yang harus berjalan beriringan demi mewujudkan masa depan Luwu Timur yang berkelanjutan.

Share

PENCARIAN
BERITA LAINNYA
KATEGORI
Scroll to Top