Ruminews.id, Jakarta — Dinamika kepemimpinan terjadi di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN). Nanik S. Deyang secara resmi mengundurkan diri dari posisinya sebagai Kepala BGN karena alasan kesehatan. Kepemimpinan kini ditransisikan kepada Sudaryono guna mengawal keberlanjutan program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Proses transisi ini berdasarkan Keppres 78/P tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Kepala Badan Gizi Nasional.
Kabar pengunduran diri tersebut dikonfirmasi oleh Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisis Kebijakan, Dirgayuza Setiawan. Nanik mengundurkan diri untuk berfokus menjalani pengobatan penyakit jantung.
“Saya sampaikan ke Presiden dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur demi kesehatan saya. Karena Presiden prihatin, Presiden menyetujui. Namun saya diminta tetap membantu mengawasi BGN melalui Dewan Pengawas” ujar Nanik S. Deyang dalam keterangannya, Rabu (22/7/2026).
Sebelum mengakhiri masa tugasnya, Nanik menitipkan empat prioritas utama sebagai fondasi bagi kepemimpinan baru:
- Penguatan Tata Kelola & Akuntabilitas: Memastikan transparansi penggunaan anggaran serta pengawasan distribusi.
- Standar Nutrisi & Kualitas: Menjamin mutu gizi makanan sesuai standar kesehatan bagi para penerima manfaat.
- Pemberdayaan Ekonomi Lokal: Mendorong pelibatan UMKM, petani, dan peternak lokal dalam rantai pasok bahan pangan.
- Efisiensi Rantai Distribusi: Mempercepat jangkauan penyaluran hingga ke daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Sudaryono: Komitmen Zero Tolerance Korupsi, Hanky Panky, dan Copet-copetan
Melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan, Sudaryono yang sebelumnya mengemban amanat sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) resmi dipercaya memimpin BGN. Penunjukan Sudaryono dinilai strategis mengingat rekam jejaknya di sektor pertanian dan rantai pasok pangan yang menjadi ekosistem utama penyediaan MBG.
Pria kelahiran Grobogan, 23 Januari 1985 ini merupakan lulusan SMA Taruna Nusantara, National Defense Academy (NDA) Jepang, serta meraih gelar Doktor Manajemen Bisnis dari IPB University. Selain berkiprah di pemerintahan, ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI).
Merespons amanat besar mengelola anggaran BGN, Sudaryono menegaskan komitmennya terhadap akuntabilitas pelaksanaan program MBG.
“Doakan kami semua untuk bisa amanah dan menjalankan program ini dengan sebaik-baiknya, zero tolerance untuk praktik-praktik korupsi dan hanky panky dan copet-copetan” Ujar Sudaryono di Istana Negara, Jakarta Pusat.