ruminews.id – Himpunan Mahasiswa Seni Rupa (HIMASERA) Fakultas Seni dan Desain (FSD) Universitas Negeri Makassar telah sukses menyelenggarakan Musyawarah Besar (Mubes) sebagai forum tertinggi organisasi yang menjadi ruang evaluasi, refleksi, dan penentuan arah gerak organisasi ke depan.
Melalui proses musyawarah yang demokratis dan menjunjung tinggi nilai-nilai kekeluargaan serta intelektualitas, forum secara resmi menetapkan Mudhliani Masjidi sebagai Formatur Ketua Umum HIMASERA untuk periode kepengurusan selanjutnya.
Amanah tersebut merupakan bentuk kepercayaan kader dan anggota kepada kepemimpinan baru untuk melanjutkan estafet perjuangan organisasi serta memperkuat eksistensi HIMASERA sebagai rumah besar mahasiswa seni rupa.
Sebagai salah satu organisasi mahasiswa yang memiliki sejarah panjang di lingkungan Fakultas Seni dan Desain, HIMASERA dikenal sebagai himpunan mahasiswa pertama yang lahir dan menjadi pelopor gerakan kemahasiswaan di FSD UNM.
Posisi historis tersebut menjadikan HIMASERA bukan hanya sebagai wadah pengembangan minat dan bakat mahasiswa seni rupa, tetapi juga sebagai ruang kaderisasi, pengembangan intelektual, serta laboratorium kreativitas yang melahirkan berbagai gagasan dan karya yang berkontribusi bagi dunia seni dan masyarakat.
Selama perjalanannya, HIMASERA telah menjadi bagian penting dalam membangun tradisi akademik dan artistik melalui pameran seni, diskusi kebudayaan, penelitian, pengabdian masyarakat, hingga berbagai aktivitas yang mendorong lahirnya seniman muda yang kritis, kreatif, dan memiliki kepedulian sosial.
Identitas tersebut menjadikan HIMASERA sebagai salah satu organisasi yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan dinamika kemahasiswaan di Fakultas Seni dan Desain.
Terpilihnya Mudhliani Masjidi diharapkan menjadi momentum baru untuk memperkuat semangat kolektif kader dalam menjaga marwah organisasi, mengembangkan potensi mahasiswa, serta menghadirkan program-program yang adaptif terhadap perkembangan seni, budaya, dan tantangan zaman.
Kepemimpinan baru juga diharapkan mampu memperkokoh posisi HIMASERA sebagai ruang dialektika yang melahirkan karya-karya progresif serta memperluas kontribusi seni rupa bagi kehidupan sosial dan kebudayaan.
Musyawarah Besar yang telah berlangsung menegaskan bahwa regenerasi merupakan bagian dari keberlanjutan perjuangan organisasi. Oleh karena itu, seluruh kader HIMASERA diharapkan dapat bersatu, bergotong royong, dan memberikan dukungan penuh terhadap kepengurusan yang akan datang demi mewujudkan organisasi yang lebih maju, berdaya saing, dan berorientasi pada kemajuan seni rupa Indonesia.
“HIMASERA bukan sekadar organisasi, melainkan ruang lahirnya gagasan, karya, dan kader yang akan terus menjaga nyala kebudayaan serta peradaban melalui seni.”