Momentum 190 tahun Hari Peternakan dan Kesehatan Hewan, Pemuda Menakar Masa Depan Peternakan Sulawesi

Ruminews.id, Makassar – Peringatan 190 tahun perjalanan peternakan dan kesehatan hewan menjadi momentum penting untuk merefleksikan peran strategis sektor peternakan di Sulawesi. Lebih dari sekadar seremoni, momentum ini menjadi pengingat bahwa peternakan memiliki hubungan erat dengan ketahanan pangan, ekonomi masyarakat, dan kesehatan manusia.

Sulawesi memiliki potensi peternakan yang besar dengan keberadaan peternak dan pelaku usaha yang tersebar di berbagai daerah. Komoditas daging, telur, susu, hingga ternak potong menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus menggerakkan roda ekonomi di tingkat lokal.

Namun, perjalanan peternakan tidak selalu mudah. Peternak masih dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari fluktuasi harga pakan dan hasil produksi, perubahan iklim, keterbatasan teknologi, hingga ancaman penyakit hewan menular yang dapat berdampak langsung terhadap produktivitas dan pendapatan peternak.

Karena itu, kesehatan hewan harus menjadi perhatian utama. Penguatan pengawasan lalu lintas ternak, biosekuriti, vaksinasi, surveilans penyakit, serta pemeriksaan kesehatan hewan perlu dilakukan secara berkelanjutan. Pencegahan jauh lebih penting daripada menunggu penyakit berkembang dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam memastikan sistem peternakan berjalan secara sehat dan berkelanjutan. Kebijakan yang tepat, pelayanan kesehatan hewan yang responsif, pendampingan peternak, serta akses terhadap teknologi dan informasi menjadi kebutuhan yang semakin mendesak di tengah perkembangan industri peternakan modern.

Di sisi lain, dunia pendidikan juga memiliki tanggung jawab besar dalam melahirkan sumber daya manusia peternakan yang adaptif. Lulusan peternakan tidak cukup hanya memahami teori dan teknis pemeliharaan ternak, tetapi juga harus mampu membaca peluang bisnis, menguasai teknologi, memahami data, serta menciptakan inovasi dan kolaborasi.

Generasi muda Sulawesi harus melihat peternakan sebagai sektor masa depan, bukan sebagai pekerjaan tradisional yang identik dengan kandang semata. Perkembangan teknologi telah membuka peluang baru melalui peternakan digital, precision livestock farming, manajemen berbasis data, inovasi pakan, genetika, hingga pengembangan agribisnis.

Peringatan 190 tahun juga menjadi momentum untuk memberikan ruang lebih besar kepada generasi muda agar terlibat dalam pembangunan peternakan. Ide, kreativitas, keberanian berwirausaha, dan kemampuan beradaptasi menjadi modal penting untuk membawa peternakan Sulawesi Selatan naik kelas.

Pada akhirnya, membangun peternakan bukan hanya tentang meningkatkan jumlah produksi ternak. Lebih dari itu, peternakan harus mampu menciptakan kesejahteraan peternak, menjamin keamanan pangan masyarakat, menjaga kesehatan hewan, serta memperkuat perekonomian daerah.

190 tahun adalah sejarah panjang yang patut dihormati, tetapi masa depan tidak boleh hanya bergantung pada sejarah. Sulawesi membutuhkan peternakan yang sehat, modern, produktif, berkelanjutan, dan berdaya saing. Dari peternak hari ini, untuk ketahanan pangan Sulawesi di masa depan.

Share

Scroll to Top