Mahasiswa KKN Unhas Berdayakan Masyarakat Desa Mattirotasi melalui Pelatihan Pembuatan Pestisida Nabati JAGUAR

ruminews.id, Sidrap – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Pembuatan dan Pemanfaatan Pestisida Nabati JAGUAR (Jagung Alami Unggul Ramah Lingkungan) Berbasis Daun Pepaya dan Bawang Putih untuk Pengendalian Hama Tanaman Jagung di Kantor Desa Mattirotasi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang.

Program tersebut merupakan bagian dari upaya mahasiswa KKN-T Inovasi Desa Universitas Hasanuddin dalam mendukung penerapan pertanian berkelanjutan melalui pemanfaatan bahan alami yang tersedia di lingkungan sekitar.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya petani jagung, dalam membuat serta memanfaatkan pestisida nabati sebagai alternatif pengendalian hama yang lebih aman bagi kesehatan dan lingkungan.

Pelatihan diawali dengan pemberian pre-test untuk mengukur pengetahuan awal peserta, dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai dampak penggunaan pestisida sintetis terhadap kesehatan dan lingkungan, manfaat pestisida nabati, kandungan senyawa aktif pada daun pepaya dan bawang putih, serta demonstrasi pembuatan dan cara aplikasi pestisida nabati JAGUAR pada tanaman jagung.

Penanggung jawab program kerja, Neysa Juwita Maharani, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan inovasi sederhana yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal yang mudah diperoleh.

“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan pestisida nabati sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan untuk mengurangi penggunaan pestisida sintetis. Dengan demikian, kesehatan petani dapat lebih terjaga sekaligus mendukung pertanian yang berkelanjutan di Desa Mattirotasi,” ujar Neysa Juwita Maharani.

Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab mengenai teknik pembuatan, penyimpanan, serta waktu aplikasi pestisida nabati yang tepat. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama kegiatan berlangsung.

Sebagai bentuk evaluasi, kegiatan ditutup dengan pemberian post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti pelatihan.

Sekretaris Desa Mattirotasi mengapresiasi pelaksanaan program tersebut dan berharap ilmu yang diberikan oleh mahasiswa KKN dapat diterapkan oleh masyarakat dalam kegiatan budidaya jagung sehingga mampu mendukung produktivitas pertanian di desa.

“Pelatihan ini memberikan wawasan baru kepada masyarakat mengenai pemanfaatan bahan-bahan alami yang tersedia di sekitar sebagai pestisida nabati. Kami berharap pengetahuan yang diperoleh tidak hanya berhenti pada kegiatan ini, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh para petani sehingga mampu mendukung pertanian yang lebih sehat dan ramah lingkungan di Desa Mattirotasi,” ujar Sekretaris Desa Mattirotasi.

Melalui program ini, mahasiswa KKN-T Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Desa Mattirotasi dapat mengurangi ketergantungan terhadap pestisida sintetis dengan beralih pada pestisida nabati yang lebih ramah lingkungan.

Inovasi JAGUAR diharapkan mampu menjadi solusi sederhana dan berkelanjutan dalam pengendalian hama tanaman jagung sekaligus mendukung terciptanya sistem pertanian yang lebih sehat, produktif, dan berwawasan lingkungan.

Share

Scroll to Top