Mahasiswa KKN-PK 69 UNHAS Edukasi Masyarakat Desa Corawali mengenai Fisioterapi Kardiorespirasi untuk Pasien Tuberkulosis

ruminews.id, Barru – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja edukasi kesehatan yang bertajuk “Breathe Better: Edukasi Fisioterapi Kardiorespirasi untuk Pasien Tuberkulosis” pada Senin (27/7/2026) di Posyandu Dusun Alappang, Desa Corawali, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru. Program kerja yang diprakarsai oleh Muhammad Aiman Manaf, mahasiswa Program Studi Fisioterapi, Fakultas Keperawatan, Universitas Hasanuddin, ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai fisioterapi kardiorespirasi untuk pasien Tuberkulosis (TBC) melalui penyampaian materi edukasi, demonstrasi, dan praktik latihan pernapasan sederhana. Sebanyak 22 peserta yang terdiri atas masyarakat, kader kesehatan, dan petugas Puskesmas mengikuti kegiatan tersebut.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai Tuberkulosis yang meliputi pengertian, dampak terhadap sistem pernapasan, penyebab, gejala, dan cara penularannya. Selanjutnya, peserta diperkenalkan dengan fisioterapi kardiorespirasi sebagai bagian dari edukasi kesehatan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai upaya menjaga fungsi sistem pernapasan.

Pada sesi utama, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan mendemonstrasikan tiga latihan pernapasan sederhana, yaitu diaphragmatic breathing, thoracic expansion exercise, dan effective cough. Demonstrasi disertai penjelasan mengenai tujuan, manfaat, serta teknik pelaksanaannya. Selanjutnya, peserta mempraktikkan ketiga latihan tersebut secara langsung dengan pendampingan fasilitator agar memahami teknik yang benar dan aman. Melalui penyampaian materi dan demonstrasi tersebut, peserta diharapkan memahami pentingnya menjaga kesehatan sistem pernapasan serta mampu mempraktikkan teknik dasar latihan pernapasan yang telah didemonstrasikan sebagai bagian dari edukasi kesehatan.

“Melalui program Breathe Better, kami berharap masyarakat tidak hanya memahami Tuberkulosis sebagai penyakit infeksi, tetapi juga mengetahui pentingnya menjaga kesehatan sistem pernapasan melalui demonstrasi tiga latihan pernapasan sederhana yang telah diperagakan selama kegiatan,” ujar Muhammad Aiman Manaf, selaku penanggung jawab program kerja.

Untuk mengukur efektivitas kegiatan, seluruh peserta mengikuti pretest sebelum penyampaian materi dan posttest setelah kegiatan selesai. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai fisioterapi kardiorespirasi untuk pasien Tuberkulosis. Sebagai media pendukung pembelajaran mandiri, peserta juga memperoleh booklet edukasi yang berisi ringkasan materi serta panduan latihan pernapasan sehingga dapat dipelajari kembali secara mandiri di rumah.

“Materi yang disampaikan mudah dipahami karena tidak hanya dijelaskan secara teori, tetapi juga dipraktikkan secara langsung. Booklet yang diberikan juga dapat membantu saya mengingat kembali materi serta langkah-langkah latihan pernapasan di rumah,” ungkap salah seorang peserta kegiatan.

Kegiatan berlangsung dengan lancar, interaktif, dan mendapat respons positif dari seluruh peserta. Antusiasme warga terlihat dari keaktifan mengikuti demonstrasi, praktik, dan sesi diskusi, serta kemampuan mereka memperagakan kembali teknik diaphragmatic breathing, thoracic expansion exercise, dan effective cough dengan lebih baik setelah mengikuti demonstrasi dan sesi praktik. Melalui program Breathe Better, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin berharap edukasi ini dapat meningkatkan literasi masyarakat mengenai pemeliharaan kesehatan sistem pernapasan serta mendukung upaya promotif dan preventif dalam pengendalian Tuberkulosis di Desa Corawali, Kabupaten Barru.

Share

Scroll to Top