Ruminews.id, Caracas – Jumlah korban tewas akibat dua gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni terus bertambah. Hingga Rabu (1/7), otoritas Venezuela mencatat sedikitnya 2.295 orang meninggal dunia, sementara 11.267 orang lainnya mengalami luka-luka.
Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, mengatakan hingga kini sebanyak 12.841 orang terdampak langsung oleh bencana tersebut.
“Hingga hari ini, terdapat 2.295 korban tewas dan 11.267 korban luka. Saat ini kami mencatat 12.841 orang yang terdampak,” papar Rodriguez dalam pembaruan harian mengenai situasi pascagempa.
Menurut Rodriguez, tim penyelamat telah berhasil mengevakuasi 6.461 orang. Operasi pencarian dan penyelamatan melibatkan lebih dari 4.000 personel yang terdiri atas petugas SAR, tenaga medis, aparat keamanan, pemadam kebakaran, relawan, serta tim bantuan internasional.
Ia yang juga memimpin pusat komando penanganan pengungsi mengatakan pemerintah terus memperluas layanan bagi korban dengan mengoperasikan 25 kamp penampungan sementara. Sebanyak 13 kamp berada di negara bagian La Guaira, delapan kamp di Caracas, dua kamp di Miranda, serta masing-masing satu kamp di Carabobo dan Yaracuy.
Rodriguez menyebut pemerintah bergerak cepat untuk melengkapi fasilitas di setiap kamp, termasuk penyediaan tempat tinggal sementara, layanan kesehatan, logistik, serta kebutuhan dasar lainnya bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat gempa.
Selain itu, ia mengimbau tenaga kesehatan, personel keamanan, dan petugas pemadam kebakaran untuk mendaftarkan diri melalui platform Patria guna mendukung penanganan darurat, khususnya dalam penyediaan hunian sementara bagi para korban.
Di sisi lain, aktivitas seismik masih terus terjadi meski intensitasnya mulai menurun. Hingga 1 Juli, Venezuela telah mencatat 782 gempa susulan sejak dua gempa utama berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang negara tersebut pada 24 Juni.
Rodriguez mengatakan frekuensi maupun kekuatan gempa susulan menunjukkan tren penurunan. Meski demikian, pemerintah tetap mengimbau masyarakat untuk waspada, mengikuti arahan otoritas, dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Gempa yang melanda Venezuela menjadi salah satu bencana paling mematikan dalam sejarah negara tersebut. Bencana ini juga terjadi ketika Venezuela masih bergulat dengan krisis ekonomi dan politik yang berkepanjangan, sehingga memperberat upaya penanganan dan pemulihan. Selain menelan ribuan korban jiwa, gempa tersebut menyebabkan kerusakan luas pada permukiman, rumah sakit, jaringan transportasi, dan berbagai infrastruktur publik. Akibatnya, ribuan warga masih bergantung pada bantuan kemanusiaan sembari menunggu proses pemulihan dan rekonstruksi berjalan.