Hari Anak Nasional 2026, Jemaat Ahmadiyah Indonesia Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter Sejak Dini

Ruminews.id, Jakarta – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” menjadi momentum bagi Jemaat Ahmadiyah Indonesia untuk menegaskan pentingnya pendidikan karakter, akhlak, dan keimanan sebagai fondasi utama dalam membangun masa depan anak.

Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia menilai pemenuhan kebutuhan fisik dan pendidikan formal saja belum cukup untuk membentuk generasi yang berkualitas. Dalam ajaran Islam, pembentukan akhlak, keimanan, dan karakter sejak usia dini menjadi bagian penting dari proses tumbuh kembang anak.

Al-Qur’an memandang anak sebagai amanah yang harus dijaga dengan penuh kasih sayang sekaligus tanggung jawab. Karena itu, pendidikan tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan pribadi yang jujur, bertanggung jawab, peduli terhadap sesama, dan memiliki hubungan yang kuat dengan Allah SWT.

Khalifatul Masih V, Hazrat Mirza Masroor Ahmad, dalam berbagai kesempatan juga menegaskan bahwa orang tua memiliki peran sentral dalam membentuk karakter anak. Menurutnya, ukuran keberhasilan seorang anak tidak semata-mata ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga oleh akhlak, keimanan, dan kemampuannya memberi manfaat bagi masyarakat.

Karena itu, pendidikan agama, keteladanan, dan kasih sayang harus berjalan beriringan dalam kehidupan keluarga sebagai fondasi pembentukan karakter.

Pesan serupa disampaikan Amir Nasional Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia, Zaki Firdaus Syahid. Ia mengatakan setiap anak lahir dengan potensi yang baik, sementara keluarga menjadi lingkungan pertama yang menentukan arah perkembangan kepribadiannya.

“Setiap anak lahir seperti kertas putih. Orang tuanyalah yang akan memberi warna kepadanya. Pada masa kanak-kanak, orang tua menjadi pihak yang paling dominan membentuk kepribadiannya,” ujar Zaki Firdaus Syahid.

Menurutnya, pendidikan agama perlu diperkenalkan sejak dini melalui pembiasaan menjalankan salat, membaca Al-Qur’an, serta membangun suasana keluarga yang dekat dengan nilai-nilai keislaman. Selain itu, anak lebih banyak belajar dari perilaku yang dicontohkan orang tua dibandingkan sekadar nasihat yang disampaikan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program pembinaan yang dijalankan Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia. Di antaranya Rumah Belajar, Madrasah Ahmadiyah, Madrasah Tahfidz, Kaderisasi Pemuda Ahmadiyah (KPA), serta berbagai kegiatan pembinaan generasi muda lainnya.

Melalui program-program tersebut, anak-anak didorong untuk mengembangkan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, membangun akhlak yang mulia, meningkatkan kepedulian sosial, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Bagi Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia, pendidikan karakter merupakan proses yang berlangsung sepanjang kehidupan dan membutuhkan keterlibatan keluarga, lingkungan, serta masyarakat secara bersama-sama. Oleh sebab itu, pembinaan anak dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan spiritual.

Momentum Hari Anak Nasional 2026, menurut Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia, menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa dibangun dari keluarga yang menghadirkan kasih sayang, keteladanan, serta pendidikan yang utuh. Anak-anak yang tumbuh dengan akhlak yang baik, kecintaan terhadap ilmu, dan kepedulian kepada sesama diharapkan menjadi fondasi bagi terwujudnya masyarakat yang damai, adil, dan saling menghormati.

Share

PENCARIAN
BERITA LAINNYA
KATEGORI
Scroll to Top