PERMABUDHI Sulsel Gaungkan “Bersama dalam Kebajikan” untuk Bangun Kesadaran Lingkungan

Ruminews.id, Makassar — Peringatan World Cleanup Day 2026 menjadi momentum bagi Persatuan Umat Buddha Indonesia (PERMABUDHI) Sulawesi Selatan untuk mendorong kesadaran lingkungan melalui gerakan “Bersama dalam Kebajikan”.

PERMABUDHI Sulsel mengajak masyarakat tidak hanya membersihkan sampah, tetapi juga membangun kebiasaan dan cara berpikir yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. (13/9/26)

Gerakan tersebut diwujudkan PERMABUDHI Kota Makassar bersama PERMABUDHI Sulawesi Selatan melalui aksi lingkungan di kawasan Universitas Atma Jaya Makassar hingga Kanal Jongaya, Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate. Kegiatan melibatkan Komunitas Jalan Bareng, Yayasan Butta Porea Indonesia, Universitas Atma Jaya Makassar, unsur RT/RW, Kecamatan Tamalate, dan masyarakat sekitar.

Ketua PERMABUDHI Sulawesi Selatan Dr. Ir. Yonggris, M.M., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian menuju World Cleanup Day yang diperingati pada 20 September. Menurutnya, aksi bersih lingkungan perlu ditempatkan sebagai pintu masuk untuk membangun kesadaran yang lebih luas mengenai hubungan manusia dengan alam.

“Hari ini kita kumpul bersama dengan beberapa komunitas. Komunitas RT-RW, Komunitas Jalan Bareng, dari Kampus Atma Jaya dan khususnya PERMABUDHI Kota Makassar. Tujuan kita berkumpul untuk memperingati bersama hari World Cleanup Day 2026, hari bersih-bersih sedunia,” ujar Yonggris.

Rangkaian kegiatan diisi dengan olahraga bersama, aksi membersihkan lingkungan, penuangan eco-enzyme, serta diskusi lingkungan. Yonggris menilai kegiatan tersebut tidak berhenti pada persoalan sampah yang terlihat, tetapi perlu menyentuh kebiasaan dan pola pikir manusia yang menjadi bagian dari persoalan lingkungan.

“Acara ini bukan hanya membersihkan lingkungan, tapi yang paling penting adalah membersihkan cara berpikir kita, membersihkan kebiasaan-kebiasaan buruk kita yang selama ini merusak lingkungan, mencemari alam, air, dan udara kita,” katanya.

PERMABUDHI Sulawesi Selatan memandang kesadaran menjaga bumi sebagai tanggung jawab bersama. Yonggris mengatakan bumi merupakan satu-satunya rumah manusia dan keberlangsungan kehidupan bergantung pada lingkungan yang sehat. Karena itu, PERMABUDHI Sulsel terus membuka kemitraan dengan berbagai komunitas dan lembaga untuk memperkuat gerakan pelestarian lingkungan.

Pendekatan tersebut salah satunya dilakukan melalui Eco Dhamma, yang diarahkan untuk mendorong perubahan cara berpikir umat Buddha dalam melihat hubungan manusia dengan lingkungan.

“Dengan Eco Dhamma, kita akan merubah cara berpikir khususnya umat Buddha dalam menjaga lingkungan ini,” ujar Yonggris. Ia kemudian mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga bumi dan kehidupan, “Ayo kita selamatkan bumi, ayo kita jaga kehidupan.”

Share

Scroll to Top