Pablo Soroti Persoalan BBM di Makassar: Masyarakat Jangan Terus dihadapkan Pada Antrean Panjang

ruminews.id, MAKASSAR — Fenomena antrean panjang dan sulitnya masyarakat mendapatkan BBM di sejumlah SPBU Kota Makassar kembali menuai kritik.

Pablo menilai persoalan ini tidak boleh hanya dijawab dengan alasan panic buying atau meningkatnya permintaan. Masyarakat membutuhkan kepastian, pelayanan yang jelas, serta distribusi BBM yang benar-benar dapat dirasakan di lapangan.

“Kalau stok disebut aman, pertanyaannya sederhana: mengapa masyarakat masih harus mengantre berjam-jam, bahkan ada SPBU yang sempat tidak melayani karena stok habis? Jangan sampai masyarakat hanya diberikan penjelasan, tetapi tidak mendapatkan solusi,” ujar Pablo.

Sejumlah laporan menunjukkan antrean kendaraan terjadi di beberapa titik Makassar, bahkan berdampak pada arus lalu lintas. Polda Sulsel juga menyatakan masih mendalami kemungkinan adanya penyalahgunaan maupun penimbunan BBM bersubsidi.

Pablo mendesak Pertamina bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk membuka secara transparan persoalan distribusi BBM, mulai dari ketersediaan stok, penyaluran ke SPBU, hingga pengawasan terhadap kemungkinan penyalahgunaan BBM bersubsidi.

“Jangan masyarakat yang terus disalahkan karena panik. Kalau distribusi berjalan baik dan stok benar-benar aman, masyarakat berhak merasakan BBM tersedia ketika mereka datang ke SPBU,” tegasnya.

Menurut Pablo, BBM merupakan kebutuhan vital masyarakat dan kelancaran distribusinya berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi, transportasi, serta distribusi barang.

Karena itu, ia meminta pemerintah dan Pertamina segera mengambil langkah konkret agar antrean panjang tidak menjadi pemandangan yang terus berulang di Kota Makassar.

“Masyarakat tidak membutuhkan sekadar klaim bahwa stok aman. Masyarakat membutuhkan bukti bahwa BBM benar-benar tersedia dan bisa dibeli secara wajar tanpa harus menghabiskan waktu berjam-jam di SPBU,” tutup Pablo.

Share

Scroll to Top