Ruminews.id, Jakarta — Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengajak Indonesia belajar dari pengalaman Iran dalam menghadapi tekanan negara-negara besar, khususnya Amerika Serikat. Menurut Megawati, salah satu kekuatan utama Iran terletak pada persatuan masyarakat serta kemampuan membangun kemandirian nasional.
Megawati menyampaikan pandangan tersebut dalam pidato peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bersama kader PDI Perjuangan di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (17/8/2026). Ia mendorong kader untuk memahami geopolitik dan mempelajari pengalaman sejumlah negara yang dinilai mampu membangun kekuatan nasional secara mandiri, termasuk Tiongkok, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Iran, Kuba, dan Korea Utara.
Saat membahas Iran, Megawati menilai ketahanan negara tersebut tidak semata-mata ditentukan oleh kekuatan ekonomi maupun militer. Ia justru menekankan pentingnya persatuan masyarakat dalam menghadapi tekanan eksternal.
“Coba kalau kalian mau tahu politik, yang namanya geopolitik. Pertanyaannya, Amerika yang katanya negara superpower menurut saya kok sampai hari ini tidak bisa mengalahkan Iran?” kata Megawati.
Ia kemudian menilai persatuan rakyat menjadi salah satu faktor yang membuat Iran mampu bertahan menghadapi tekanan dari Amerika Serikat dan sekutunya.
Menurut Megawati, pengalaman Iran menunjukkan bahwa bangsa yang memiliki kohesi sosial dan kesadaran mempertahankan kepentingan nasional tidak mudah dipecah maupun ditekan oleh kekuatan asing. Karena itu, ia mengajak Indonesia mengambil pelajaran dari kemampuan Iran menjaga persatuan dan identitas nasional tanpa harus meniru seluruh model politik negara tersebut.
Megawati juga mengaitkan ketahanan nasional dengan kemandirian ekonomi, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kemampuan mengelola kekayaan alam sendiri. Ia mempertanyakan apakah Indonesia tidak memiliki hak untuk berdaulat atas sumber daya alam dan membangun kemandirian ekonomi serta teknologi.
“Apakah salah kalau kita ingin berdaulat atas kekayaan alam dan berdikari dalam bidang ekonomi? Apakah salah kalau kita ingin menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi?” tambahnya.
Ia kemudian mengingatkan kembali gagasan Bung Karno mengenai pentingnya keberanian suatu bangsa untuk menentukan nasibnya sendiri. Megawati juga menyerukan agar Indonesia tidak memiliki mental sekadar mengikuti kehendak negara lain tanpa mempertimbangkan kepentingan nasional.
“Jangan asal ngekor lho, pikir!” tegasnya.
Memasuki usia 81 tahun Republik Indonesia, Megawati menilai cita-cita kemandirian nasional yang pernah diperjuangkan Bung Karno perlu diwujudkan secara lebih nyata. Ia menekankan pendidikan dan kesehatan sebagai fondasi penting untuk membangun sumber daya manusia yang mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.



