ruminews.id, GOWA — Bidang Perdagangan dan Perindustrian Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gowa Raya telah melaksanakan Dialog Publik bertajuk “Industrialisasi Berkelanjutan dan Penguatan Ekonomi Lokal: Peluang dan Tantangan Kabupaten Gowa.”
Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog yang mempertemukan unsur pemerintah, dunia usaha, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat untuk membahas arah pembangunan industri serta penguatan ekonomi lokal di Kabupaten Gowa.
Dialog publik ini menghadirkan tiga narasumber dari latar belakang dan perspektif yang berbeda. Narasumber pertama, Drs. H. Muh. Fajaruddin, M.M., selaku (Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gowa), menyampaikan pandangan pemerintah mengenai arah kebijakan serta tantangan pembangunan sektor perdagangan dan perindustrian di daerah.
Narasumber kedua, H. Yodi Nalendra, A.Md., S.E., selaku (Ketua DPW Asosiasi Logistik Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) Sulselbar), memberikan perspektif dunia usaha, khususnya mengenai pentingnya logistik, konektivitas, dan rantai pasok dalam mendukung pertumbuhan industri serta penguatan ekonomi daerah.
Sementara itu, narasumber ketiga, Muh. Jamil, S.E., M.Si., menguraikan perspektif akademik mengenai pentingnya industrialisasi yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah, memperkuat kapasitas masyarakat, dan mendorong keberlanjutan pembangunan.
Dalam forum tersebut, diskusi berfokus pada tiga isu utama, yakni arah kebijakan dan tata kelola industrialisasi berkelanjutan di Kabupaten Gowa, penguatan ekonomi lokal melalui industri, perdagangan, dan UMKM, serta kolaborasi multipihak dalam mewujudkan industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan.
Ketua Umum HMI Cabang Gowa Raya, Taufikurrahman, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran organisasi kemahasiswaan dalam mengawal dinamika pembangunan daerah. Menurutnya, HMI tidak hanya memiliki tanggung jawab untuk melakukan kontrol sosial terhadap kebijakan, tetapi juga dituntut untuk menghadirkan gagasan dan membangun ruang kolaborasi yang konstruktif.
“HMI tidak cukup hanya hadir ketika terdapat persoalan untuk kemudian menyampaikan kritik. Sebagai organisasi kader dan organisasi intelektual, kita juga harus mampu menghadirkan gagasan, mempertemukan berbagai perspektif, dan memberikan kontribusi pemikiran bagi pembangunan daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Perdagangan dan Perindustrian HMI Cabang Gowa Raya, Muh. Kurniansyah, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut berangkat dari kesadaran bahwa keberhasilan industrialisasi tidak cukup hanya diukur dari besarnya investasi maupun jumlah industri yang berdiri.
Menurutnya, pertanyaan yang lebih mendasar adalah sejauh mana pertumbuhan industri mampu menciptakan nilai tambah dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat lokal.
“Kita tidak anti terhadap investasi dan tidak menolak perkembangan industri. Justru yang ingin kita dorong adalah bagaimana industri dapat tumbuh bersama masyarakat. Ketika investasi dan industri berkembang, tenaga kerja lokal harus mendapatkan kesempatan, UMKM harus memiliki ruang dalam rantai ekonomi, dan pertumbuhan tersebut harus mampu memperkuat ekonomi lokal,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Bidang Perdagangan dan Perindustrian HMI Cabang Gowa Raya berharap dialog tidak berhenti sebagai pertukaran gagasan semata, tetapi dapat menjadi awal penguatan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.
Forum tersebut juga diharapkan mampu melahirkan gagasan serta rekomendasi konstruktif dalam mendukung pembangunan sektor perdagangan dan perindustrian Kabupaten Gowa yang produktif, inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen HMI Cabang Gowa Raya untuk terus mengambil peran dalam mengawal isu-isu pembangunan ekonomi daerah melalui pendekatan yang kritis, akademik, dan konstruktif.
Sebab, pada akhirnya, keberhasilan industrialisasi tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak industri yang berdiri, tetapi juga oleh seberapa besar masyarakat lokal dapat mengambil bagian dan tumbuh bersama perkembangan industri tersebut.



