PMII Membumi Diluncurkan, Ketua Fraksi PKB DPRD Sulsel dan Dinas LHK Serahkan Bantuan Bibit

Ruminews.id, MAKASSAR — Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Sulawesi Selatan meluncurkan PMII Membumi: Gerakan Ekologi Menjaga Bumi, sebuah inisiatif gerakan lingkungan yang diarahkan untuk mendorong keterlibatan pemuda dalam menjaga keberlanjutan lingkungan di Sulawesi Selatan.

Inisiatif tersebut mendapat respons positif dari berbagai pihak. Dukungan itu ditandai dengan penyerahan bantuan bibit secara simbolis oleh Ketua Fraksi PKB DPRD Provinsi Sulawesi Selatan bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Sulawesi Selatan setelah pelaksanaan Dialog Ekologi dalam rangkaian Grand Launching PMII Membumi.

Ketua Fraksi PKB DPRD Sulawesi Selatan, Zulfikar Limolang menyampaikan apresiasi terhadap langkah PKC PMII Sulsel yang menjadikan isu lingkungan sebagai bagian dari ruang pengabdian dan kontribusi gerakan kepemudaan.

Menurut dia, gerakan lingkungan tidak semestinya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus dikembangkan menjadi gerakan yang konsisten, kolaboratif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Gerakan seperti ini harus menjadi ruang kontribusi nyata dan berkelanjutan. Karena menjaga lingkungan bukan pekerjaan satu kelompok, melainkan tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi gagasan penanaman pohon produktif yang direncanakan menyasar berbagai pesantren di Sulawesi Selatan. Menurutnya, langkah tersebut memiliki nilai strategis karena tidak hanya berbicara tentang penghijauan, tetapi juga membangun kesadaran ekologis di lingkungan pendidikan dan komunitas.

“Penanaman pohon produktif di pesantren adalah gagasan yang baik. Selain memberikan manfaat ekologis, ada nilai edukasi dan keberlanjutan yang bisa diwariskan kepada generasi berikutnya,” kata Zulfikar.

Ketua Bidang Eksternal PKC PMII Sulsel, Ma’ruf Pangewa menegaskan bahwa PMII Membumi tidak dirancang sebagai gerakan yang berhenti pada momentum peluncuran. Program tersebut diarahkan menjadi gerakan ekologis yang tumbuh dari basis komunitas dan melibatkan berbagai pihak dalam aksi nyata menjaga lingkungan.

“Melalui penanaman pohon produktif di pesantren, dialog ekologi, edukasi lingkungan, serta penguatan jejaring kolaborasi, PMII Membumi diharapkan mampu menghadirkan perspektif baru bahwa gerakan mahasiswa tidak hanya berbicara tentang kritik sosial, tetapi juga mengambil bagian dalam merawat ruang hidup”pungkasnya.

Trigosal Ariadi turut menyampaikan bahwa Program yang digagas PKC PMII Sulawesi Selatan juga membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi berbagai pihak untuk terlibat dalam menghadirkan gerakan lingkungan yang nyata dan berkelanjutan

“PMII Membumi tidak diposisikan sebagai gerakan Eksklusif milik organisasi, melainkan sebagai ruang bersama bagi Pemerintah, Lembaga Pendidikan, dunia usaha, komunitas, organisasi kepemudaan, masyarakat, dan berbagai elemen lainnya untuk mengambil bagian dalam menjaga lingkungan” tutupnya.

Bagi Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, menjaga bumi bukan sekadar agenda ekologis. Ia merupakan bentuk tanggung jawab moral generasi hari ini terhadap masa depan—sebab bumi yang diwariskan kepada generasi berikutnya sangat ditentukan oleh apa yang dilakukan hari ini.

Share

Scroll to Top