Intimidasi Gakum Kepada Masyarakat Luwu Timur

Ruminews.id – Luwu Timur, Pada tanggal 3 agustus 2026 aparat telah melakukan penangkapan paksa kepada 3 orang petani yang sedang berada di kebunnya di daerah Mahalona,kec towuti,kab Luwu Timur dengan alasan bertani di kawasan hutan lindung.

tindakan aparat yang melakukan penangkapan secara paksa dan tiba-tiba di kebun kepada masyarakat yang taat membayar pajak untuk menggaji mereka adalah tindakan yang sangat ironis, masyarakat telah menggantungkan hidup dengan bertani selama puluhan tahun(20-30) tiba-tiba di tangkap oleh aparat kerna di lahan mereka “ada kepentingan para oligarki”, padahal sebelumnya (beberapa tahun belakangan) tdk pernah ada sosialisasi kepada masyarakat tentang batas-batas kawasan hutan kemana peran kementrian kehutanan selama ini, kenapa di saat para oligarki memiliki kepentingan mereka baru bertindak.

Seharusnya pihak kementrian kehutanan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang wilayah-wilayah hutan yang boleh di kelola sebagai kawasan perkebunan dan yang tidak boleh di kelola masyarakat, karena masyarakat awam menganggap bahwa mereka telah hidup dan menggantungkan kehidupan (bertani) di wilayah mereka selama puluhan tahun tanpa tau bahwa daerah tersebut merupakan kawasan hutan lindung, di sinilah peran penting kementrian kehutan untuk melakukan edukasi kepada masyarakat agar masyarakat dapat mengetahui kawasan hutan dengan baik, sehingga masyarakat tdk akan bertani di kawasan hutan lindung bukan serta merta langsung melakukan penangkapan dan intimidasi kepada masyarakat.

Saya tidak membenarkan pembakaran/pembukaan lahan pertanian pada kawasan hutan lindung, Tetapi saya sangat kecewa terhadap aparat yang melakukan tindakan yang sewenang-wenang terhadap masyarakat tanpa adanya sosialisasi atau edukasi kepada masyarakat sebelum melakukan penangkapan.

Bukan hanya ini saja telah banyak kejadian serupa yang telah terjadi di luwu timur masyarakat sudah terlalu sering mengalami intimidasi yang di lakukan oleh aparat demi kepentingan oligarki (perusahaan), apakah semua aparatur negara bukan lagi pelayan masyarakat melayinkan pelayan para elit dan kapitalis

#Save Luwu timur

Share

Scroll to Top